Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Mesin Pembakar Limbah Medis di Pijay Mangkrak, Ada Apa?

Admin1 by Admin1
23/05/2021
in Lintas Timur
0
Mesin Pembakar Limbah Medis di Pijay Mangkrak, Ada Apa?

MEUREUDU – Mesin Pembakaran (incenerator) Sampah limbah medis bantuan dari kementerian pada tahun 2014 lalu kini menjadi besi tua alias mangkrak di lokasi lingkungan rumah sakit umum daerah Pidie Jaya. Mangkraknya mesin ini diduga tak ada nya izin beroperasi selama ini.

Dengan tak adanya izin maka mesin itu pun tak pernah di nyalakan selama ini, karena dikhawatirkan bermasalah dengan hukum, namun sampah- sampah medis selama ini terpaksa harus bekerja sama dengan pihak ketiga dengan sampah limbah harus dibawa ke Tanggerang untuk pemusnahannya.

“Tempat pembakaran sampah medis tak bisa di hidupkan,di karenakan tak ada nya izin, meski pun mesin ini di bangun sekitara tahun 2013 atau tahun 2014 lalu, bantuan dari pihak kementerian,” sebut Syukri Kepala Bidang Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) Pidie Jaya, Aceh, Sabtu 22 Mei 2021 kepada media.

Mesin itu merupakan bukan usulan pihak nya, tetapi bangun dan mesin yang di berikan olah pihak kementerian. “Dikasih bangunan saja, tapi tak dilampirkan izin,” terang Sukri.

Kendati selama ini penanganan sampah limbah medis pun terpaksa harus dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga oleh manajemen rumah sakit umum daerah Pidie jaya. Dimana sampah limbah medis akan dijemput dan dibawa ke luar Aceh untuk dimusnahkan.

Sehingga telat dijemput sampah medis pun menumpuk seperti yang terjadi saat ini. “Sudah saya telpon kepihak ketiga, dan saya kirim Poto sampahnya, dan mereka akan datang dalam Minggu ini, tapi belum sampai, orang PT. Roro dari Jakarta, karena di Aceh tak ada perusahaan pemusnah limbah medis,” jelas Sukri.

Biayanya sampah sampah medis ini akan diambil selama lima belas hari sekali sesuai dengan kontrak dengan pihak mereka. ” Biasanya diambil 15 hari sekali, menurut kontrak kadang 10 hari atau pun seminggu, menurut jumlah sampah medis, mungkin kali ini telat di ambil di karenakan kondisi lebaran,” pungkasnya.

Dengan kondisinya ada tumpukan sampah medis di belakang rumah sakit dia menyebutkan karena tak ada nya tempat pembuangan sampah sementara di rumah sakit selama ini. ” TPS rencana tahun ini di bangun sudah ada anggaran di dpa, cuma belum sampai kontraktor, apa sudah di lelang itu, tidak tahu juga,” jelasnya.

Sukri juga menyebutkan bahwa terakhir sampah limbah medis terakhir di ambil sekitar 17 hari puasa yang lalu. Sedangkan kontraknya dengan pihak ketiga menurut jumlah sampah.

“Kita bayar ongkos ke mereka ongkos jemput, dan ongkos pemusnahan, penempatan sampah di lokasi itu baru setahun. Sebelumnya sampah tak terlalu banyak dan dijemput terus sambilan mereka jemput di wilayah lain, karena selama ini sudah banyak pasien, satu hari mencapai 35 kilogram sampah medis, kalau sebelumnya hanya sekitar 7 kilogram saja sampah limbah medis,” katanya.[ ]

Previous Post

Polda Aceh Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Bebek Rp 8,4 Miliar

Next Post

Aceh-Jepang Tandatangani Kerjasama Sektor Pertanian dan Perikanan

Next Post
Aceh-Jepang Tandatangani Kerjasama Sektor Pertanian dan Perikanan

Aceh-Jepang Tandatangani Kerjasama Sektor Pertanian dan Perikanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jamaah Tertua 91 Tahun Asal Aceh Tengah Siap Menuju Tanah Suci Mekkah

Jamaah Tertua 91 Tahun Asal Aceh Tengah Siap Menuju Tanah Suci Mekkah

03/05/2026
PEMA Peringati HUT ke 7 dengan Fun Run

PEMA Peringati HUT ke 7 dengan Fun Run

03/05/2026
Mentor MKPK II USK Gelar Seminar Editing Video, Dorong Kreativitas Dakwah Digital

Mentor MKPK II USK Gelar Seminar Editing Video, Dorong Kreativitas Dakwah Digital

03/05/2026
Jejak Sunyi yang Mengalir dalam Darah: Mengapa Saya Terus Menulis Tentang Pahlawan Lokal Aceh

Jejak Sunyi yang Mengalir dalam Darah: Mengapa Saya Terus Menulis Tentang Pahlawan Lokal Aceh

03/05/2026
Dua Terduga Pembunuh Lansia di Pekanbaru Ditangkap di Aceh Tengah

YARA Apresiasi Polres Aceh Tengah Terkait Penangkapan 2 Tersangka Pembunuhan di Pekanbaru

03/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

Abi Roni Terpilih secara Aklamasi di Musprov FPTI Aceh 2026 – 2030

Pembangunan KDMP di Aceh Barat Mangkrak, Pekerja Banyak yang Lari

Ziarah Sejarah dan Spiritualitas, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kunjungi Makam Diraja Brunei

Mesin Pembakar Limbah Medis di Pijay Mangkrak, Ada Apa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com