Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Frustrasi dan Himpitan Ekonomi Jadi Penyebab Peredaran Narkoba di Aceh

Admin1 by Admin1
25/08/2021
in Nanggroe
0
Pesantren Tabina; dari Rehab, Skill Mekanik hingga Wirausaha

Teungku Muhammad Nur M.Si

BANDA ACEH – Ketua Yayasan Tabina Aceh, Teungku Muhammad Nur, yang menangani rehab ratusan warga yang mengalami ketergantungan narkoba di Aceh, mengatakan maraknya peredaran narkoba di Aceh, biasanya disebabkan oleh dua factor.

Pertama, karena himpitan ekonomi masyarakat sehingga menyebabkan sebahagian warga mencari jalan pintas meskipun beresiko tinggi.

Sedangkan yang kedua adalah rasa frustrasi yang dialami warga karena pemerintah gagal mensejahterakan masyarakatnya.

“Dua-duanya ini terjadi di Aceh sehingga peredaran narkoba di Aceh masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Himpitan ekonomi di Aceh membuat warga fustrasi,” kata Teungku Muhammad Nur.

Hal ini disampaikan Teungku Muhammad Nur kepada atjehwatch.com di salah satu Warkop dalam Kota Banda Aceh, Rabu 25 Agustus 2021.

“Uang banyak tapi tak mengalir ke masyarakat. Hanya di tataran elit,” ujarnya lagi.

Perdagangan narkoba di Aceh, kata Teungku M Nur, berlangsung dari level terendah hingga kelas kakap.

Termasuk menjadi pemasok untuk sabu internasional, seperti yang pernah dibongkar di Pulau Aceh beberapa waktu lalu.

“Mereka butuh uang sehingga berani melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” kata dia.

“Kondisi Aceh membuat warga frustrasi, banyak warga kesulitan mencari uang. Hal ini pula yang menyebabkan angka perceraian tinggi. Akhirnya lari ke narkoba. Awalnya pemakaian kecil-kecilan, akhirnya jadi pengedar hingga bandar.”

“Yang kita rawat, hanya sebahagian kecil. Itu rata-rata ekonomi menengah ke bawah,” katanya lagi.

Previous Post

Proyek Pembangunan Jembatan Bale Musa Ancam Keselamatan Warga

Next Post

Gubernur Aceh Terima Penyerahan Kontrak Kerjasama Blok B

Next Post
Gubernur Aceh Terima Penyerahan Kontrak Kerjasama Blok B

Gubernur Aceh Terima Penyerahan Kontrak Kerjasama Blok B

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Farah Najiha; Santri Asal Cot Abeuk yang Piawai Berbahasa Inggris

Farah Najiha; Santri Asal Cot Abeuk yang Piawai Berbahasa Inggris

25/05/2026
Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

PLN Sebut Listrik di Aceh Sudah Pulih

25/05/2026
ASDP dan Pemerintah Aceh Garap Jalur Logistik Jakarta-Malahayati

ASDP dan Pemerintah Aceh Garap Jalur Logistik Jakarta-Malahayati

25/05/2026
DPPKBPP dan PA Aceh Besar Perkuat Koordinasi bersama IDAI Aceh

DPPKBPP dan PA Aceh Besar Perkuat Koordinasi bersama IDAI Aceh

25/05/2026
Sambut Idul Adha, Warga Jruek Bak Kreh Gelar Gotong Royong

Sambut Idul Adha, Warga Jruek Bak Kreh Gelar Gotong Royong

25/05/2026

Terpopuler

Sabtu Malam, Listrik Kembali Padam di Pesisir Aceh Besar

Tuanku Muhammad Minta Sistem Kelistrikan Aceh Merdeka dari Sumbagut

24/05/2026

Pemutaran Film “Pesta Babi” di Temas River Park Berlangsung Khidmat, Bahas Krisis Lingkungan dan Papua

Panjat Tebing Perdana Ikut O2SN, Sekolah Kirim Atlet Muda ke Pertandingan

PLN Aceh Terapkan Pemadaman Bergilir

Pemko Banda Aceh Serahkan Bonus kepada Kafilah Berprestasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com