TAPAKTUAN – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Aceh Selatan, Adi Samridha, mengucapkan rasa terimakasih yang mendalam untuk warga dan personil Kompi I Batalyon C Pelopor yang telah bekerjasama menemukan kerangka milik Zainal, kombatan GAM yang ‘menghilang’ sejak 2004 atau sewaktu Aceh masih berkonflik.
“Ini duka cita yang mendalam bagi keluarga besar KPA dan Partai Aceh,” kata Adi Samridha.
“Tapi setidaknya, kita masih menemukan tulang belulang beliau.”
“Setidaknya kita masih diberikan kesempatan untuk fadhu kifayah dan memberikan tempat peristirahatan yang layak bagi almarhum selaku pejuang nanggroe,” ujar mantan aktivis mahasiswa ini lagi.
Meskipun Aceh telah berdamai, kata Adi, ada banyak cita-cita dan perjuangan Aceh yang belum terselesaikan. Termasuk, kata Adi, perjuangan dan cita-cita yang diembankan oleh Zainal semasa hidup.
“Tugas kita yang masih hidup adalah berjuang secara politik untuk meneruskan harapan para syuhada yang telah tiada,” kata wakil ketua DPRK Aceh Selatan ini lagi.
“Ada nama PA Aceh Selatan, kami menyatakan duka cita yang mendalam,” kata Adi.
Sebelumnya diberitakan, warga di Trumon Timur, Aceh Selatan digegerkan dengan penemuan tulang belulang yang diduga milik kombatan GAM bernama Zainal, Senin 25 Oktober 2021.
Penemuan ini berawal dari informasi, Habsah, 42 tahun, dari Desa Iee Jeureuneh yang sedang bekerja di kebun Kelapa Sawit di daerah Desa Pinto Rimba, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan.
Saksi mengatakan bahwa di tempat dirinya bekerja ada menemukan sebuah tulang belulang (kerangka Manusia). Di perkirakan tulang – tulang manusia yang ditemukan telah lama meninggal.
“Akhirnya beliau melapor ke tokoh masyarakat setempat dan kemudian oleh beberapa tokoh masyarakat dan dibantu personil Kompi 1 Batalyon C Pelopor mengambil tulang belulang tersebut untuk dimakamkan,” ujar sumber wartawan di sana.
“Sewaktu itu juga saudara Habsah dengan dibantu anak nya untuk mengumpulkan sebagian tulang yang ada. Dan di perkirakan masih ada tulang tulang lain yang tak terlihat,” ujar sumber tadi.
Dari hasil temuan di lapangan, diketahui bahwa kerangka tersebut milik Zainal, kombatan GAM yang menghilang usai kontak tembak sekitar tahun 2004. Pada 2004, Zainal diketahui masih berumur 19 tahun.
“Saat itu terjadi kontak tembak dengan aparat keamanan. Saat terkena tembakam Zainal Abidin menyuruh rekan-rekan untuk pergi duluan. Saat perang sudah reda, pasukan kembali turun tapi mereka tidak menemukan lagi Zainal Abidin,” ujar Panglima Wilayah Lhoktapaktuan, Nek Rayeuk.
Kini, tulang belulang milik Zainal telah diserahkan ke keluarga untuk dilaksanakan Fadhu Kifayah.
“Biarpun Zainal ditemukan setelah 16 tahun damai, ini duka yang mendalam bagi kami. Almarhum adalah orang yang setia,” kata Nek Rayeuk lagi.
Tulang belulang milik almarhum Zainal rencananya akan dikebumikan di pemakaman Umum Desa Jambo Papen Kecamatan Trumon Tengah Aceh Selatan.









