Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

David Fuller Berhubungan Seks dengan 99 Mayat Wanita, Istrinya Merasa Ngeri

Admin1 by Admin1
06/11/2021
in Internasional
0

LONDON – Istri David Fuller, terpidana nekrofilia yang memerkosa 99 mayat wanita dan anak-anak perempuan di Inggris , telah berbicara tentang kengeriannya setelah mengetahui suaminya melakukan kejahatan itu.

David Fuller mengaku membunuh dua wanita muda; Wendy Knell dan Caroline Pierce, pada tahun 1987 di pengadilan Inggris pada hari Jumat (5/11/2021).

Pria berusia 67 tahun itu memukuli kedua korban di apartemen mereka di Kent, Inggris tenggara, sebelum berhubungan seks dengan tubuh tak bernyawa kedua korbannya.

Fuller tetap bebas selama lebih dari 30 tahun setelah pembunuhan ganda itu—tetapi setelah terobosan dalam bukti tes DNA, polisi akhirnya dapat mengidentifikasi dia sebagai pelaku pembunuhan ganda yang mengerikan tahun 1987.

Saat itulah tingkat mengerikan dari ketertarikan patologis Fuller dengan mayat terungkap, ketika polisi menggerebek rumahnya dan menemukan empat hard drive yang dikemas dengan jutaan gambar dan video pelecehan seksual.

Fuller, tukang listrik yang juga sebagai pekerja Layanan Kesehatan Nasional (NHS)—yang memiliki akses kamar mayat—diketahui telah menyalahgunakan 99 mayat wanita berusia antara sembilan tahun hingga 100 tahun. Laporan lain dari media Inggris menduga jumlah mayat yang dilecehkan Fuller mencapai ribuan.

Ketika ketakutan akan kejahatan suaminya tumbuh, sang istrinya yang putus asa, Mala Fuller (50) mengatakan dia tidak lagi bersama suaminya.

“Saya tidak bersamanya. Saya tidak bisa melanjutkan hubungan ini,” kata Mala kepada MailOnline, yang dilansir Sabtu (6/11/2021).

“Saya terlalu sedih untuk memikirkan apa yang sedang terjadi, saya tidak bisa menerimanya,” ujarnya.

“Anda tidak bisa membayangkan betapa bingungnya saya.”

Mala, yang berasal dari Trinidad, pindah dari rumah yang dia tinggali bersama suaminya di pinggiran kota yang makmur di pantai selatan Inggris empat bulan lalu.

Pasangan itu telah hidup bersama selama 20 tahun.

Selama penggerebekan di rumah Fuller setelah penangkapannya, polisi menemukan bukti bahwa dia telah memerkosa mayat wanita dan anak-anak di kamar mayat rumah sakit.

Mala menangis ketika dia memberi tahu seorang jurnalis: “Saya tidak bisa tinggal di rumah itu mengetahui apa yang dia lakukan dan apa yang terjadi di sana.”

“Saya ingin sendiri dan saya ingin menjalani hidup saya sendiri,” ujarnya.

Para tetangga mengungkapkan bahwa Mala telah memberi tahu mereka tentang pernikahannya yang berakhir hanya beberapa minggu setelah penangkapan Fuller Desember 2020.

Ketika polisi menggerebek rumahnya, Fuller masih bekerja untuk Maidstone dan Tunbridge Wells NHS Trust.

Seorang penduduk setempat berkata: “Dia (Mala) menjelaskan bahwa dia tidak akan melanjutkan dengannya.”

“Adik Mala telah membantunya melewati masa yang sangat sulit ini,” ujarnya.

“Dia harus tinggal di rumah sampai dia menemukan akomodasi alternatif tetapi secepat dia bisa, dia keluar dan saya tidak menyalahkannya,” imbuh warga tersebut.

“Tidak ada yang bisa tetap menikah dengan monster seperti itu.”

Pemerkosaan 99 mayat di kamar mayat oleh Fuller terungkap setelah polisi menangkapnya atas pembunuhan Wendy dan Caroline.

Petugas menemukan empat hard drive yang dikemas dengan jutaan gambar dan video pelecehan ketika mereka menahannya akhir tahun lalu.

Di antara rekaman itu adalah bukti mengejutkan bahwa dia telah menghabiskan setidaknya 12 tahun menyalahgunakan mayat.

Dia telah mengambil gambar dan video kejahatannya yang memuakkan, bahkan mengatur foto-foto itu ke dalam folder dan menyimpan buku harian nama-nama korbannya.

Detektif kemudian menemukan dia telah mencari para korbannya di Facebook dan belajar tentang kehidupan mereka setelah dia memerkosa mayat mereka.

Polisi Kent telah membuat saluran bantuan untuk keluarga yang takut bahwa orang-orang yang mereka cintai kemungkinan juga menjadi korban kejahatan Fuller.

Lebih dari 80 orang menelepon dalam beberapa jam setelah peluncuran hotline.

Sumber: Sindonews.com

Previous Post

DPR Tak akan Cecar Andika Perkasa Soal Kekayaanya yang Fantastis

Next Post

Pengamat Hukum Kritik Gonta Ganti Kebijakan PCR Hanya dengan Surat Edaran

Next Post

Pengamat Hukum Kritik Gonta Ganti Kebijakan PCR Hanya dengan Surat Edaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pria Asal Aceh Ditangkap Usai Gagal Seledupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit Tapanuli Utara

Pria Asal Aceh Ditangkap Usai Gagal Seledupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit Tapanuli Utara

05/07/2026
Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

Ketua DPRK Banda Aceh Lepas Tim SSB Barona dan Lambhuk FA ke Piala Presiden

05/07/2026
Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Damai, Iran Beri Keringanan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

05/07/2026
Krak, Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas

Krak, Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas

05/07/2026
Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

05/07/2026

Terpopuler

David Fuller Berhubungan Seks dengan 99 Mayat Wanita, Istrinya Merasa Ngeri

06/11/2021

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com