Jakarta – CEO Tesla Inc. Elon Musk menggunakan 2,15 juta opsi saham pada perusahaan mobil listrik tersebut untuk kemudian menjual sahamnya. Penjualan saham itu dilakukan tak lama usai Musk menggelar pemungutan suara di media sosialnya.
Mengutip Bloomberg, Kamis, 11 November 2021, Elon Musk menjual saham Tesla usai polling di Twitter pada awal pekan ini. Pada Ahad pekan lalu, 7 November 2021, ia bertanya kepada pengikutnya apakah dia harus menjual sebagian dari sahamnya.
Lewat akun Twitter-nya @elonmusk, ia juga mencuit bahwa langkah penjualan saham untuk membayar pajak adalah hal yang biasa dilakukan. “Sebagai catatan, saya tidak ambil gaji ataupun bonus dari manapun. Saya hanya punya saham. Dan hanya itu cara saya membayar pajak, dengan menjual saham.”
Dari polling tersebut, didapat hampir 58 persen dari 3,5 juta suara mendukung penjualan saham tersebut.
Berdasarkan dokumen pengajuan ke regulator bursa AS, Elon Musk pada Senin menggunakan opsi saham dengan harga US$ 6,24 per kontrak. Ia lalu menjual 934.000 lembar saham dan mengumpulkan dana sekitar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,72 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.299 per dolar AS.
“Saham tersebut dijual semata-mata untuk memenuhi kewajiban pemotongan pajak pelapor terkait dengan pelaksanaan opsi saham,” seperti dikutip dari dokumen tersebut.
Adapun kontrak yang berasal dari penghargaan opsi saham Tesla yang diterima Musk pada 2012, akan berakhir pada Agustus tahun depan.
Kemarin, harga saham Tesla ditutup di level US$ 1.067,95 pada waktu setempat. Artinya, harga saham perusahaan mobil listrik itu jeblok 13 persen selama pekan ini.
Penjualan saham tersebut adalah pertama kali dilakukan oleh miliarder itu sejak tahun 2016. Saat itu, adalah terakhir kalinya ia menggunakan opsi saham dan melikuidasi beberapa sahamnya yang baru diakuisisi untuk menutupi pajak penghasilan sekitar US$ 590 juta.
Langkah penjualan saham itu juga dilakukan setelah Musk menyebutkan bahwa akhir-akhir ini banyak yang dibuat dari keuntungan yang belum direalisasi sebagai sarana penghindaran pajak. “Jadi saya mengusulkan untuk menjual 10 persen saham Tesla saya,” katanya.
Bloomberg Billionaires Index mencatat Elon Musk yang kini berusia 50 tahun adalah orang terkaya di dunia dengan kekayaan hampir US$ 300 miliar. Sahamnya di Tesla berkontribusi sekitar 60 persen terhadap kekayaan tersebut.









