Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Asal-Usul Julukan Aceh Serambi Makkah

Admin1 by Admin1
20/11/2019
in Sejarah
0

Banda Aceh – – Ada beberapa analisis mengapa Provinsi Aceh disebut-sebut sebagai selasar dari Makkah atau Serambi Makkah. Pakar sejawaran mengaitkannya dengan historisitas Aceh yang pada masa lalu muncul sebagai laboratorium bagi khazanah Islam di Asia Tenggara.

Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa), Mizuar Mahdi, menyebut Aceh sebagai episentrum kebudayaan Islam, terutama, pada masa Kerajaan Samudera Pasai sampai Aceh Darusalam. Aceh menjadi kiblat ilmu pengetahuan karena banyak ulama yang berasal dari Timur Tengah serta dari berbagai bangsa Islam lainnya yang tinggal di sana.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagai makam para ulama, dalam jumlah banyak, yang berasal dari berbagai bangsa di Aceh. Di antaranya, berasal dari Arab Saudi, Irak, dan Turki.

Keberadaan para ulama ini menyebabkan orang-orang sekawasan Asia Tenggara datang ke Aceh untuk menimba ilmu agama. Konon, di Aceh terdapat sebuah universitas bernama Jami’ah Baiturrahman yang memiliki berbagai fakultas, kala itu.

Penabalan selasar atau serambi kemungkinan besar muncul sebagai gambaran bahwa Aceh, sedikit banyak, hadir sebagai suatu wilayah yang dapat mengisi posisi Mekkah selaku pusat khazanah Islam saat itu. Sebutan tersebut, menurut Mizuar, mulai muncul dalam seratus terakhir.

“Mungkin, karena itu dalam seratus tahun terakhir disebut Serambi Makkah. Tapi, memang, sebelum-sebelumnya, kita tidak mendapat penjelasan yang mengatakan bahwa Aceh itu Serambi Makkah,” Mizuar, kepada Liputan6.com, Kamis sore (14/11/2019).

Menurut Mizuar, ketika Ibnu Batutah singgah ke Aceh, tepatnya, Kerajaan Samudera Pasai, ia menyebut kota yang disinggahinya sebagai Madinah (kota) Sumatera. Tidak ada penyebutan Serambi Makkah pada saat itu.

“Sumutrah atau Sumatera. Madinah itu bahasa Arab, maksudnya kota, bukan menyandingkan dengan Madinah. Tapi, memang, pada masa itu, dari Kerajaan Samudera Pasai gerak dakwah itu dilakukan ke berbagai kawasan kepulauan dilanjutkan pada masa Aceh Darusalam,” terangnya.

Selain itu, banyak narasi yang menyebutkan bahwa titik penyebaran Islam di Nusantara berawal dari Aceh. Salah satu buktinya adalah alquran ‘wangi’ yang ditinggalkan Syekh Maulana Malik Ibrahim —kini berada di Kampung Meugo Rayeuk, Kabupaten Aceh Barat— sebelum berdakwah ke Pulau Jawa, dan menjadi angkatan pertama Wali Songo.

Terdapat pula narasi yang menyebutkan bahwa Aceh menjadi tempat transit para jemaah haji Nusantara. Kapal-kapal pengangkut jemaah haji yang akan mengarungi Samudra Hindia disebut-sebut menghabiskan waktu sampai enam bulan di Bandar Aceh Darussalam sebelum bergerak ke Makkah pada masa itu.

Ada pula yang mengatakan bahwa Kerajaan Aceh Darusalam pernah mendapat pengakuan dari Syarif Makkah atas nama Khalifah Islam di Turki. Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara merupakan protektorat Kerajaan Aceh Darusalam pada masa itu.

Sumber: liputan6.com

Tags: acehserambi mekkah
Previous Post

Tarif Listrik 900 VA Rumah Tangga Mampu Naik Awal Tahun Depan

Next Post

Jose Mourinho Resmi Tangani Tottenham Hotspur

Next Post

Jose Mourinho Resmi Tangani Tottenham Hotspur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Balqis Batrisya, Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Siap Bersaing di MTQ Kabupaten Bireuen

Balqis Batrisya, Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Siap Bersaing di MTQ Kabupaten Bireuen

29/09/2026
Hery Ahmadi Apresiasi ASAR Humanity Pulihkan Meunasah Lhok Nga Pascabencana

Hery Ahmadi Apresiasi ASAR Humanity Pulihkan Meunasah Lhok Nga Pascabencana

29/09/2026
Sekcam Peukan Bada dan Keuchik Lamteh Bicara Ekowisata Mangrove dalam Program Siereuboh RRI Pro-4 Banda Aceh

Sekcam Peukan Bada dan Keuchik Lamteh Bicara Ekowisata Mangrove dalam Program Siereuboh RRI Pro-4 Banda Aceh

29/09/2026
RSUD Teungku Peukan Gandeng Perumdam Tirta Abdya Jamin Suplai Air Bersih 24 Jam

RSUD Teungku Peukan Gandeng Perumdam Tirta Abdya Jamin Suplai Air Bersih 24 Jam

28/09/2026
Pemerintah Diminta Memanfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

Pemerintah Diminta Memanfaatkan Kembali Biogas TPA Gampong Jawa

28/09/2026

Terpopuler

Asal-Usul Julukan Aceh Serambi Makkah

20/11/2019

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

Ditantang Mundur, Hasan Basri: Laporkan Saya ke Mendagri

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com