MEUREU – Perjanjian politik Helsinki 15 Agustus 2005 menjadi titik tolak perubahan perjuangan bersenjata ke politik sebagaimana diatur dalam Undang-undang No 11/2006 tentang penyelenggaraan Pemerintahan Aceh.
Partai Aceh yang dibentuk tahun 2007 kemudian menjadi alat perjuangan baru yang mengedepankan politik dan diplomasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Juanda Djamal, juru bicara DPW PA Aceh Besar, melalui rilis yang disampaikan secara resmi.
”Tahun ini peringatan Milad GAM ke-45 dipusatkan di Mureu, tepatnya diareal kuburan Yang Mulia Wali Nanggrroe Tgk Muhammad Hasan Di Tiro, rangkaian agendanya meliputi doa Bersama dan peringatan maulid Rasulullah Muhammad SAW, santunan anak yatim dan pengukuhan KPA Aceh rayeuk dengan panglima wilayah H.Mukhlis Basyah S.Sos,” kata Juanda.
“Peringatan Milad GAM ke-45 diharapkan menjaga spirit perjuangan itu sendiri, bahwa kita masih berjuang, namun saat ini perjuangan kita ditempuh melalui kerja-kerja politik sebagaimana diatur dalam UU No.11/2006, kita mesti mengefektifkan implementasi UUPA tersebut,”jelas Juanda Djamal, yang juga ketua Fraksi Partai Aceh DPRK Aceh Besar.
Juanda menjelaskan lebih lanjut,”substansi perjuangan hari ini, memastikan visi inter-generasi Aceh masih harus mempersiapkan diri demi mewujudkan cita-cita besar kita, kesejahteraan, kemandirian, kemakmuran dan keadilan.”
Jadi, kata dia, Partai Aceh harus menjadi partai kader agar agenda-agenda pembangunan Aceh tetap berjalan sebagaimana diharapkan generasi sebelumnya.
“Maka generasi perjuangan mesti diteruskan, dipersiapkan dari generasi ke generasi, berjalan secara dinamis dan tidak statis, generasi Aceh mesti memahami sejarahnya, kebudayaannya, dan semua kekayaan negerinya demi mensejahterakan seluruh rakyatnya.”
“Kami sebagai kader, sambung Juanda, diharapkan untuk terus mengokohkan kapasitas politik-budaya maupun ekonomi, karena tantangan kedepan semakin berat, apalagi keberadaan Aceh yang memiliki kekhususan, memastikan pemerintah Jakarta paham dengan UU no 11/2006 karena kepemimpinan nasional juga berubah, generasi penggerak di setiap departemen juga berubah, kelembagaan negara internasional juga berubah, tentunya mereka tidak paham lagi sebagaimana generasi sebelumnya.”
“Maka, kami segenap pengurus DPW PA Aceh Besar menyampaikan selamat dan sukses peringatan Milad GAM ke-45, semoga Aceh Kembali mencipatakan kemajuan dan kemakmuran,” ujar mantan aktivis kemanusiaan ini lagi.








