Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Safaruddin: Kita Sudah Berkomitmen Hidup Bersyariat, tapi Kenapa Pola Hidup Kita tak Bersyariat 

Admin1 by Admin1
24/12/2021
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Wakil Ketua DPRA, Safaruddin SSos MSP merasa prihatin dengan berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini di Aceh.

Terutama kasus penyekapan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur oleh 14 pemuda di Kabupaten Nagan Raya yang dinilainya sangat tidak manusiawi.

“Jujur saya katakan, ini menjadi keprihatinan kita bersama,” kata Safaruddin saat bersilaturahmi dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di kantor organisasi pers itu di Banda Aceh, Jumat (24/12/2021). 

“Kita sudah berkomitmen, jalan hidup kita bersyariat. Tapi coba kita lihat pola kehidupan kita tidak seperti daerah yang tidak bersyariat,” ungkap Safaruddin dengan nada geram.

Politikus Partai Gerindra ini menduga kekerasan seksual terus merajalela di Aceh disebabkan lengahnya pengawasan baik dari orang tua, lingkungan, maupun pemerintah.

“Dulu kita tidak pernah dengar kasus-kasus seperti ini. Sekarang ada kasus ayah setubuhi anaknya, kakek dengan cucunya, anak dengan tetangganya,” ungkapnya miris.

Kondisi ini, menurut Safaruddin, menunjukkan Aceh sedang darurat kekerasan seksual. Kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak.

Disisi lain, hukuman yang diberikan kepada pelaku selama ini juga dinilai masih lemah dan tidak memberi efek jera bagi pelaku. Karena itu, kedudukan Qanun Aceh tengang Hukum Jinayah perlu diperkuatkan lagi.  

“Saat ini revisi Qanun Hukum Jinayah sudah masuk agenda revisi agar diperkuat lagi bagian hukum yang lemah. Tapi ini juga bukan satu solusi untuk menuntaskan persoalan tapi kita coba mencari format,” ujarnya.

Disisi lain, Safaruddin juga menyampaikan, selama ini penguatan nilai-nilai religius dalam gampong mulai luntur sehingga anak-anak rentan terpengaruh prilaku negatif seperti sabu-sabu dan pergaulan bebas. 

Untuk membendung persoalan ini, menurut Safaruddin dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari orang tua, guru, ulama, hingga pemerintah. 

“Kita berharap tidak ada lagi kasus-kasus amoral terjadi di daerah kita. Mari kita menjalani hidup sesuai dengan ajaran agama dan syariat. Aceh harus menjadi perhatian bersama,” tutupnya.

Previous Post

Kodim dan Polres Bener Meriah Imbau Warga Patuhi Prokes

Next Post

Atlet Binaan KONI Aceh Peraih Medali PON Papua Terima Bonus Uang Tunai

Next Post

Atlet Binaan KONI Aceh Peraih Medali PON Papua Terima Bonus Uang Tunai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

Kepemimpinan Prof. Ishak Hasan dalam Membangun UTU Dibukukan

09/06/2026
HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

HMP PMI STAIN Meulaboh Hijaukan Lingkungan Kampus

09/06/2026
Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

Cecar Kementerian ESDM Soal Gas Blok Andaman di Rapat Komite, Azhari Cage: Aceh Jangan Lagi Jadi Penonton

09/06/2026
Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

Tingkatkan Mutu Literasi, Pesantren Al Zahrah Teken MoU dengan DPKA

09/06/2026
Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

Dana MBG Tak Kunjung Cair, Ratusan SPPG di Aceh hingga Jateng Tumbang

09/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com