Jakarta – Amerika Serikat akan mendanai sejumlah proyek, seperti upaya pengawasan dan memantau peralatan guna memperkuat wilayah perbatasan Ukraina dengan Rusia dan Belarusia. Keputusan Amerika Serikat itu diambil di tengah ketegangan dengan Moskow.
Badan pengawas wilayah perbatasan Ukraina menyebut diperkirakan Amerika Serikat akan mendanai sejumlah proyek senilai USD 20 juta (Rp 248 miliar). Uang sebesar itu diantaranya untuk mendanai pembelian sistem video recording, drone atau pesawat tanpa awak dan pembelian peralatan pelindung diri bagi aparat yang bertugas di wilayah perbatasan.
Kyiv menuduh Moskow telah mengerahkan puluhan ribu pasukan ke wilayah perbatasan Ukraina dengan Rusia. Pengerahan pasukan besar-besaran tersebut diduga sebagai persiapan untuk melakukan serangan.
Rusia menyangkal tuduhan akan melakukan serangan. Sebaliknya, Rusia menuduh Ukraina dan Amerika Serikat telah memperlihatkan sikap destabilisasi. Rusia saat ini berusaha meminta jaminan keamanan menyusul ekspansi NATO ke wilayah timur.
Ukraina, yang sedang dalam proses menjadi anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization), sejak 2018 telah menerima serangkaian pengiriman amunisi dari Amerika Serikat dan rudal Javelin. Tindakan tersebut mendapat kritik dari Moskow.










