Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Ibnu Sina, Ilmuwan yang Mengembangkan Kedokteran Modern Dunia

Admin1 by Admin1
08/02/2022
in Sosok
0

Jakarta – Ibnu Sina (Avicenna) merupakan salah satu ilmuwan muslim kelahiran Uzbekistan yang paling berpengaruh dalam sejarah perkembangan kedokteran modern dunia. Bukunya yang berjudul The Canon of Medicine (Qanun fi Thib) ikhtisar semua pengetahuan medis pada masanya hingga sekarang. Itu sebabnya, Ibnu Sina dijuluki sebagai Bapak Kedokteran Modern.

Ibnu Sina mempelajari ilmu kedokteran saat berusia 16 tahun. Selama bertahun-tahun mendalami ilmu pengetahuan, ia telah menulis 450 karya di bidang ilmiah dan filsafat.

Buku The Canon of Medicine yang mencakup lima volume dan ribuan halaman itu pertama kali diterjemahkan dari bahasa Arab ke Latin pada abad 12. Sejak itu, secara bertahap karya Ibnu Sina menjadi referensi pengobatan medis utama di Barat sampai abad 17, seperti dikutip dari Avicenna Journal of Medical Biotechnology.

Demi mengembangkan ilmu medis di Barat, buku itu dijadikan standar kurikulum di beberapa perguruan tinggi di Eropa, salah satunya Universitas Bologna. Perguruan tinggi itu termasuk universitas tertua di Eropa, sudah ada sejak tahun 1088.

Ibnu Sina melalui karyanya mengenai kaidah kedokteran itu menghimpun teori dan praktik pengobatan Yunani, India, dan Cina. Misalnya, penggunaan ramuan rempah-rempah untuk mengobati penyakit. Metode pengobatan tradisional yang dahulu dianggap berhubungan dengan metafisika itu dibuktikan oleh Ibnu Sina secara medis melalui uji ilmiah, seperti dikutip dari JSTOR Daily.

Menurut The Oxford Scientist, Ibnu Sina merupakan ilmuwan pertama yang melakukan eksperimen ilmiah dalam fisiologi. Itu termasuk salah satunya penggunaan prinsip ilmiah untuk menguji keamanan dan efektivitas obat dalam pembentukan dasar farmakologi modern.

Ibnu Sina juga memperkenalkan metode pemeriksaan penyakit radang selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis). Ia membuat metode baru dalam penggunaan anestesi, analgesik, dan berbagai zat antiinflamasi. Sebelumnya, selama berabad-abad hal itu tidak pernah diketahui oleh orang-orang Yunani.

Ada gagasan Ibnu Sina yang dahulu sempat diragukan, namun baru teruji ilmiah pada era sekarang, yaitu metode diet, pengobatan jantung, ginjal, dan gangguan mental.

Ibnu al-Nafis, ilmuwan pertama yang mampu menggambarkan secara akurat peredaran darah dari jantung ke paru-paru juga terinspirasi dari penemuan Ibnu Sina. Kajian Ibnu Sina itu tentang sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Berkat kegeniusan Ibnu Sina dalam perkembangan ilmu kedokteran, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) membuat Avicenna Prize for Ethics in Science. Penghargaan itu diberikan setiap dua tahun kepada individu maupun kelompok dengan pencapaian luar biasa di bidang etika dalam sains. UNESCO membuat penghargaan itu untuk menghormati kegeniusan Ibnu Sina dalam perkembangan ilmu kedokteran.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Demokrat Tunjuk HT Ibrahim Jadi Wakil Ketua DPR Aceh Gantikan Dalimi

Next Post

HUT ke 14, Gerindra Aceh Harap Prabowo Jadi Presiden

Next Post

HUT ke 14, Gerindra Aceh Harap Prabowo Jadi Presiden

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

05/04/2026
Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

05/04/2026
Satgas PRR Aceh Terus Lakukan Pemutakhiran Data Korban Bencana

Satgas PRR Aceh Terus Lakukan Pemutakhiran Data Korban Bencana

05/04/2026
Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi di Aceh

Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi di Aceh

05/04/2026
Iran Buka Diplomasi Bilateral dengan Negara Tetangga, Ini Syaratnya

Iran Buka Diplomasi Bilateral dengan Negara Tetangga, Ini Syaratnya

05/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

140 Siswa Madrasah di Aceh Besar Lulus SNBP, MAS RIAB Paling Banyak

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com