Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Lansia di Ukraina Bersiap Perang Lawan Separatis Pro-Rusia

Admin1 by Admin1
21/02/2022
in Internasional
0

Jakarta – Sejumlah lansia di Ukraina bersiap berperang melawan kelompok separatis pro-Rusia kala tensi di negara itu semakin memanas.

Di pelabuhan Mariupol, Donetsk, Ukraina, terlihat beberapa pensiunan beruban menjadi relawan di unit Pertahanan Teritorial. Di unit tersebut, mereka menerima pelatihan dasar senjata dan pertolongan pertama.

Anton, seorang tukang las di umur 50-an, mengatakan ia telah mengirim keluarganya ke kerabat di pusat Ukraina. Ia sendiri memutuskan untuk tinggal di daerah tersebut demi melindungi kota dari potensi serangan.

“Jika (serangan) dimulai, saya bisa benar-benar duduk di sepeda dan mengayuhnya ke parit,” ujar Anton kepada Reuters.

Dmytro Bellykov, pensiunan umur 60-an pertama kali menjadi relawan saat konflik di Ukraina pecah pada 2014. Pada Senin (21/2), ia pergi ke pusat perekrutan untuk memastikan data kerelawanan miliknya.

“Saya ingin memastikan seluruh data saya rapi sehingga mereka tidak melupakan saya,” kata Bellykov.

“Saya tahu menggunakan senjata. Saya bukan penembak yang buruk, saya bisa memperbaiki senjata,” lanjutnya.

Sementara itu, relawan paling terkenal di Ukraina adalah Valentyna Kostyantynovska. Pria 79 tahun itu pern ah difilmkan tengah memegang senapan serbu Kalashnikov di tempat latihan.

Ia mengatakan ingin belajar menembak setelah Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina di 2014. Di awal tahun ini, ia bergabung dengan Pertahanan Teritorial dan dilatih sebagai tenaga medis.

“Namun kemudian saya melihat mimpi saya, senapan mesin, dan mulai belajar menggunakannya,” tutur Kostyantynovska kepada Reuters di Mariupol.

“Saya tidak bisa membantu banyak, saya bisa membantu yang terluka. Saya akan menembak dan saya tahu mereka akan membunuh saya. Dan itu seharusnya, sehingga lebih sedikit masyarakat muda yang mati,” katanya lagi.

Sementara itu, gedung olahraga sekolah di kubu separatis Donetsk telah diubah menjadi tempat berkumpulnya pasukan cadangan.

Jurnalis Reuters melihat sekitar 50 pria menggunakan pakaian hitam atau khaki, membawa ransel dan tas selempang.

Vladimir Radkevich, berusia 71, dan anak laki-lakinya, Roman (45) dan Denis (34), mengatakan mereka telah bergabung dalam kelompok separatis di 2014. Namun, mereka meninggalkan pasukan di 2018 dan memutuskan bekerja sebagai tukang las.

Meski demikian, konflik yang terjadi di perbatasan dalam beberapa waktu terakhir membuat mereka kembali masuk.

“Kami mengatakan kami akan kembali bila (konflik) dimulai lagi. Sejujurnya, saya merasa itu menarik saya. Sekali Anda pernah menjadi pasukan, itu berlaku selamanya. Saat ini (konflik) akan menjadi lebih sulit, ini akan menjadi kacau,” ujar Roman.

“Kami bersatu, ini adalah tanah Rusia. Kami sudah terlalu lelah menunggu (konflik) ini berakhir. Ini adalah waktu mengakhirinya,” ujar Vladimir.

Dua bersaudara Radkevich ditempatkan di unit yang sama dan pergi menggunakan bus pada Sabtu (19/2). Sementara itu, ayah mereka masih menunggu penempatannya.

Mengingat potensi perang yang semakin meningkat, pemimpin di daerah separatis Donetsk dan Luhansk mulai mengevakuasi perempuan dan anak-anak ke Rusia pada pekan lalu. Para pemimpin juga meningkatkan tingkat kewaspadaan militer di daerahnya.

Sebuah pesan dikirimkan ke warga pada Minggu (20/2), dan menyatakan adalah ‘tugas mulia’ bagi pria untuk bergabung mempertahankan tanah air mereka.

Yury, 52, pensiunan teknisi tambang, mengatakan sisi Ukraina memiliki persiapan yang lebih baik dibandingkan 2014.

“Ada instruktur, senjata baru,” dan situasinya bakal lebih sulit saat ini, menurut Yury.

Selain para pria tua, seorang pria muda berkacamata mengatakan ia berperang untuk pertama kalinya.

Perang antara kelompok separatis pro-Rusia dan militer Ukraina telah terjadi selama delapan tahun. Namun, tensi yang meningkat di daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir membuat negara Barat khawatir Rusia bakal memanfaatkan konflik ini untuk mulai menginvasi Ukraina.

Meski demikian, Moskow membantah tuduhan tersebut.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Suharso ‘Sentil’ Pejabat Daerah, Banyak Infrastruktur Terbengkalai

Next Post

Sowan Rois Aam PBNU, AHY: Kami Siap Bersinergi

Next Post

Sowan Rois Aam PBNU, AHY: Kami Siap Bersinergi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah

Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah

05/07/2026
Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

05/07/2026
Setahun Berdiri, Destinasi Wisata Batu Gajah Dinilai Masih Perlu Pembenahan Fasilitas

Setahun Berdiri, Destinasi Wisata Batu Gajah Dinilai Masih Perlu Pembenahan Fasilitas

05/07/2026
3 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Lolos OSN Tingkat Provinsi Aceh 2026, Siap Harumkan Aceh Selatan

3 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Lolos OSN Tingkat Provinsi Aceh 2026, Siap Harumkan Aceh Selatan

05/07/2026
Mengenal Mulyadi, Narasumber Workshop Jazz Fusion Fiesta di Taman Budaya Aceh

Mengenal Mulyadi, Narasumber Workshop Jazz Fusion Fiesta di Taman Budaya Aceh

05/07/2026

Terpopuler

Lansia di Ukraina Bersiap Perang Lawan Separatis Pro-Rusia

21/02/2022

Ketua DPRK Pidie Jaya: APBK Harus Jadi Mesin Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Sekadar Anggaran Belanja

Daftar Lengkap 16 Tim Negara Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com