Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

“Meunyoe Zulfadli Nyan Si Abang Pase, Ka Pasti Jadi..”

Admin1 by Admin1
14/03/2022
in Feature
0
Sejumlah Anggota DPR Aceh Sempat Protes di Paripurna LKPJ Gubernur Aceh 2019

Paripurna LKPJ Gubernur Aceh 2019. Foto atjehwatch

WARUNG kopi di sudut Kota Banda Aceh itu mendadak riuh. Saat itu jarum jam baru menunjukan pukul 15.30 WIB.

Seorang pria bertubuh kurus mendadak berdiri saat melihat seorang pria bertubuh subur turun dari mobil di area parkir.

Dari tempat mereka duduk, aktivitas di area parkir dengan jelas terlihat. Termasuk plat mobil yang mampir dan pergi.

Pria bertubuh subur tadi mengarah ke tempat duduk pria bertubuh kurus tadi.  Selain sosok tadi, ada 3 pria lainnya yang juga sedang ngopi semeja di sana. Mereka tampak tersenyum saat melihat pria bertubuh subur dari kejauhan.

“Na beutoi kupeugah? Nyan ka kapateh?” ujar pria bertubuh kurus dari kejauhan.

Si pria gemuk tadi cuma tersenyum. Ternyata 4 pria di meja tadi adalah rekan dan kawan ngopi-nya.

“Memang hana bantah. Leuh keu awak drokeuh,” kata pria gemuk tadi. Ia memilih kursi di depan pria kurus tadi. Si pria gemuk tadi memberi isyarat kopi pancung ke arah pelayan dan kemudian tersenyum.

Pria kurus tadi akrab disapa Irwan. Sedangkan si pria gemuk dipanggil dengan Maimun. Keduanya adalah mantan kombatan semasa Aceh yang masih berkonflik. Namun mereka memilih berwirausaha usai damai.

Menurut Nyak  Wan, demikian ia biasa disapa, sepekan terakhir mereka terlibat diskusi panas soal siapa calon ketua DPR Aceh.

“Dia yakin Si Abang Samalanga. Kalau saya, karena Dahlan Pidie, penggantinya ka pasti dari Pase. Berarti Pon Yahya,” kata Nyak Wan.

“Kemarin, dia semakin ngotot kalau Si Abang Samalanga yang bakal ditunjuk. Sedangkan saya yakin 100 persen dari Pase. Mana mungkin,” ujar pria kurus itu lagi.

“Tak ada sejarah di luar Pidie dan Pase terpilih ketua DPR Aceh.”

 “Meunyoe Zulfadli nyan Si Abang Pase, ka pasti jadi..” ujarnya lagi sambil tersenyum.

Sedangkan Maimun juga tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

“Padahal sudah ada suratnya ya. Kok bisa berganti. Teungku Darwis dan Si Abang sudah komentar lagi,” ujar Maimun.

Seorang pria di sisi kiri Nyak Wan tiba-tiba menimbrung. Dia menceritakan kondisi politik usai damai.

“Pemilu 2009 itu yang terpilih jadi Ketua DPR Aceh itu Hasbi Abdullah. Itu karena orang yang dituakan (Hasbi Abdullah-red). Kemudian periode 2014, terjadi perebutan kursi pimpinan DPR Aceh antara Nektu dengan Teungku Muhar. Nektu menghimpun sejumlah tandatangan Tuha Peut Partai Aceh, termasuk Wali Nanggroe. Wali sempat mengirim surat ke DPR Aceh. Namun pimpinan PA justru memilih Teungku Muhar. Alasannya terbanyak suara pada saat itu,” kenang pria tadi.

“Makanya sempat ribut diparipurna. Nektu terdepak keluar,” kata dia lagi.

“Di 2019 lalu, terbanyak suara itu adalah Azhar Abdurrahman. Kalau berpegang pada komitmen awal, semestinya Azhar Abdurrahman yang jadi Ketua DPR Aceh. Namun yang dipilih justru Dahlan Jamaluddin. Makanya gak ada cerita yang lain, termasuk kali ini..”

Mereka kemudian tersenyum.

“Nyoe kon ta keun. Hanya sekedar untuk mengingatkan. Ka tuleh lalu,” kata Maimun.

Previous Post

Polda Aceh Resmikan Gedung Polres Pidie Jaya

Next Post

Ohku, Ular Kobra 3 Meter Masuk ke Dapur Warga di Aceh Besar

Next Post
Ohku, Ular Kobra 3 Meter Masuk ke Dapur Warga di Aceh Besar

Ohku, Ular Kobra 3 Meter Masuk ke Dapur Warga di Aceh Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Hukum Materiil Peradilan Adat di Aceh Barat

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Hukum Materiil Peradilan Adat di Aceh Barat

04/08/2026
PKB Pidie Jaya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Istiqamatuddin

PKB Pidie Jaya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dayah Istiqamatuddin

04/08/2026
Kebakaran Hanguskan Kompleks Dayah di Bandar Dua

Kebakaran Hanguskan Kompleks Dayah di Bandar Dua

04/08/2026
Ancaman Narkotika, BNN Aceh Teken MoU dengan Pemerintah Abdya Bentuk BNNK

Ancaman Narkotika, BNN Aceh Teken MoU dengan Pemerintah Abdya Bentuk BNNK

04/08/2026
Fraksi Kebangkitan Pembangunan dan Demokrasi Desak Bupati Evaluasi SKPK Pijay

Fraksi Kebangkitan Pembangunan dan Demokrasi Desak Bupati Evaluasi SKPK Pijay

04/08/2026

Terpopuler

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

03/08/2026

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

“Meunyoe Zulfadli Nyan Si Abang Pase, Ka Pasti Jadi..”

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com