Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Jalan di Pesisir Aceh Besar Mulai Berkurap, Bupati Tutup Mata

Admin1 by Admin1
06/12/2019
in Nasional
0

KAHJU– Jalan Laksamana Malahayati, pesisir Aceh Besar, mulai dipenuhi dengan gundukan tanah yang jatuh dari sejumlah truk di berbagai tempat. Keberadaan gundukan tanah kecil di sepanjang jalan tersebut dinilai berbahaya bagi pengguna jalan, tetapi Pemkab Aceh Besar masih tutup mata atas kejadian tersebut.

“Kondisi paling payah itu terjadi dari Cot Paya hingga Lamnga. Proyek sih proyek tapi jangan juga membahaya pengguna jalan lain. Kemarin ibu-ibu kecelakaan karena berusaha menghindar gundukan tanah yang menempel di jalan,” kata Syauqi, warga setempat, kepada atjehwatch.com.

Syauqi mengaku tak mempermasalahkan keberadaan truk besar yang sedang ngebut pengerjakan tol di kawasan Lambada, Aceh Besar. Namun dirinya berharap para pekerja untuk mau membersihkan tanah yang jauh di jalan.

“Jatuhnya banyak. Kalau di lihat seperti orang berkurap. Di kawasan Labuy, Lamnga dan Lambada, tanah bertaburan dijalan,” kata Syauqi lagi.

Sementara itu, Dahlis, 42 tahun, warga lainnya, berharap bupati Aceh Besar dapat memberi perhatian terhadap kondisi jalan di pesisir Aceh Besar.

“Kami merasa seperti tak memiliki bupati. Kerusakan di jalan sama sekali tak direspon oleh Pemkab. Mungkin bagi Bupati Aceh Besar, Aceh Besar itu dari Sibreh ke Jantho,” kata Dahlis.

“Kami minta bupati menegur pengusaha truk untuk membersihkan gundukan tanah yang muncul dari aktivitas mereka sebelum jatuh korban lebih banyak. Terutama di Lambada, Labuy dan sebahagian Lamnga,” kata Dahlis lagi. []

Tags: aceh besar
Previous Post

Suhaimi Hamid Terima Penghargaan dari Menteri KLHK

Next Post

Jerman Beri Bantuan Rp 62 M untuk Pencegahan Limbah di ASEAN

Next Post

Jerman Beri Bantuan Rp 62 M untuk Pencegahan Limbah di ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Spanduk Protes Menjamur di Jantho, YARA Sebut Mosi Tidak Percaya Warga ke Pemkab Aceh Besar

Spanduk Protes Menjamur di Jantho, YARA Sebut Mosi Tidak Percaya Warga ke Pemkab Aceh Besar

07/09/2026
SMAN 1 Julok Miliki 9 Program Unggulan dengan Singkatan Menarik

SMAN 1 Julok Miliki 9 Program Unggulan dengan Singkatan Menarik

07/09/2026
Hadi Karisman Resmi Pimpin BM PAN Abdya: Generasi Muda Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

Hadi Karisman Resmi Pimpin BM PAN Abdya: Generasi Muda Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

07/09/2026
Tim Siswa SMKN 1 Labuhanhaji Raih Juara Satu di Ajang Turnamen Futsal

Tim Siswa SMKN 1 Labuhanhaji Raih Juara Satu di Ajang Turnamen Futsal

07/09/2026
HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

07/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Jalan di Pesisir Aceh Besar Mulai Berkurap, Bupati Tutup Mata

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com