Jakarta – Kisah perempuan dan anak-anak yang berlindung di pabrik baja di Mariupol dirilis pada Sabtu, 23 April 2022. Pabrik baja itu adalah tempat terakhir pasukan Ukraina di Mariupol, kota pelabuhan selatan Ukraina.
Mereka mengatakan sangat ingin keluar dari persembunyian dan kehabisan makanan. Video tersebut dirilis oleh batalion Azov, yang didirikan oleh nasionalis pro-Ukraina pada tahun 2014. Batalion Azov ini dimasukkan sebagai resimen di garda nasional Ukraina dan berperan penting dalam perang dengan Rusia di Mariupol.
Dilansir dari Reuters, Minggu, 24 April 2022, seseorang yang berbicara dalam video menyebutkan bahwa rekaman itu diambil pada 21 April 2022. Video itu menunjukkan tentara membawa makanan untuk warga sipil yang menurut batalion itu berlindung di kompleks Azovstal.
Seorang wanita menggendong balita mengatakan orang-orang di pabrik kehabisan makanan. “Kami benar-benar ingin pulang,” katanya.
Pasukan Rusia menyerang kompleks Azovstal melalui udara. Penasihat presiden Oleksiy Arestovych mengatakan Moskow akan memblokade pabrik dan tidak berusaha untuk mengambilnya. Lebih dari 1.000 warga sipil berada di pabrik itu bersama dengan pasukan yang mempertahankannya, menurut pihak berwenang Ukraina.
Seorang anak laki-laki yang tidak disebutkan namanya dalam video mengatakan sangat ingin keluar setelah berada di pabrik selama dua bulan. “Saya ingin melihat matahari karena di sini redup, tidak seperti di luar. Ketika rumah kami dibangun kembali, kami dapat hidup dengan damai. Biarkan Ukraina menang karena Ukraina adalah rumah asli kami,” katanya.
Video itu menunjukkan seorang wanita mengenakan seragam dengan desain Azovstal. Wanita itu mengatakan dia telah berlindung di pabrik baja sejak 27 Februari 2022, beberapa hari setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.
“Kami adalah kerabat para pekerja (pabrik baja).Iini sepertinya tempat paling aman pada saat kami datang, saat rumah kami terbakar dan menjadi tidak layak huni,” katanya.
Pasukan Rusia telah mengepung dan membombardir Mariupol sejak awal perang. Kota bagi rumah bagi lebih dari 400.000 orang.










