BLANGPIDIE – Puluhan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kabupaten Aceh Barat Daya siap diturunkan ke Trumon Kabupaten Aceh Selatan.
Sebelum puluhan mahasiswa Kampus STIT Semester Akhir itu diturunkan ke Aceh Selatan dalam rangka program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), para mahasiswa tersebut diberikan pembekalan selama dua hari, Jum’at s/d Sabtu tanggal 13-14 Mei 2022.
Ketua Panitia Musbir, M. Pd kepada media ini menyampaikan bahwa ada 70 mahasiswa yang terdiri dari dua Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang akan dikirim ke dua kecamatan dalam wilayah Aceh Selatan.
“Ada 70 Mahasiswa yang akan kita kirim ke Aceh Selatan untuk agenda KPM di 2 Kecamatan, yaitu Trumon dan Trumon Tengah yang tersebar di 12 Gampong/Desa,” papar Musbir, Jum’at (13/05/2022).
Sementara itu, Ketua STIT Muhammadiyah Abdya Abdul Kahar, S. Pd. I, M. Pd. I mengatakan bahwa, Sebagai Agen Of Change dan juga sebagai ujung tombaknya masyarakat, maka setiap mahasiswa harus siap untuk ditugaskan dan mengabdi kepada masyarakat.
“Selain tanggungjawab sosial, KPM juga merupakan tugas akhir mahasiswa di setiap Perguruan Tinggi, baik itu Universitas umum maupun Universitas Islam,” kata Abdul Kahar.
KPM juga mengajarkan Mahasiswa untuk merasakan bagaimana kehidupan yang sesungguhnya di desa/Gampong pedalaman yang penuh dengan keterbatasan.
“Kehadiran mahasiswa KPM ditengah masyarakat nantinya diharapkan dapat membuat suatu perubahan yang positif, saling menukarkan pendapat, mengimplementasikan kepada masyarakat apa yang didapatkan di bangku kuliah, karena mahasiswa berasal dari gampong dan juga akan kembali ke gampong atau desa,” kata Abdul Kahar.
Abdul Kahar, yang juga merupakan mantan Ketua Pimpinan Komisariat IMM Ibnu Khaldun Bogor itu menyampaikan pesan kepada para Mahasiswa yang akan diutuskan ke tempat KPM, agar senantiasa menjunjung tinggi norma-norma agama, adat istiadat di wilayah tempatannya.
“Pesan kami kepada para peserta KPM, ketika ditempatkan di Gampong-gampong nantinya, hendaknya untuk tetap menaati adat istiadat setempat, atau mampu untuk menjaga dimensi kearifan lokal masyarakat dimana mahasiswa ditugaskan,” imbuhnya.
Reporter: Rusman










