Aceh Selatan- Gelombang besar yang menghantam kawasan pesisir pantai Barat Selatan selama sebulan ini, selain merusak prasarana umum dan rumah masyarakat juga telah menelan korban jiwa.
Kejadian yang menelan korban jiwa menimpa Satu unit sampan dayung yang ditumpangi dua orang nelayan tradisional asal Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.
Kapolres Aceh Selatan, AKBP Nova Suryandaru SIK melalui Kapolsek Pasie Raja, Ipda Mujiburrahman membenarkan kejadian musibah yang menimpa nelayan dua orang nelayan tradisional.
Peristiwa yang merenggut korban jiwa terjadi pada Kamis (21/7) sekitar pukul 05.30 WIB subuh. Satu orang nelayan meninggal dunia bernama Abdullah Bin Adam (65) sedangkan Baharuddin (65) ditemukan selamat, keduanya warga Gampong Ladang Tuha, Kecamatan Pasie Raja.
Kejadian bermula saat sampan dayung berisikan dua orang nelayan tengah berada di sekitar perairan laut wilayah Gampong Mata ie berjarak sekitar beberapa kilo meter dari bibir pantai Pasie Terbangan.
Tiba-tiba datang gelombang besar langsung menghantam sampan tradisional, kedua nelayan bersama sampan dayungnya langsung tenggelam.
” Mengetahui ada sampan dayung yang karam akibat dihempas gelombang besar, beberapa nelayan lainnya yang saat itu juga sedang melaut langsung melakukan upaya penyelamatan dan melakukan proses evakuasi korban,” kata Kapolsek Pasie Raja.
Kedua orang nelayan tradisional yang sudah berumur senja ini berhasil dievakuasi M Nazir dan Aljasar nelayan setempat sekitar pukul 7.30, dalam kondisi satu orang meningal dunia dan satu lagi selamat, jelasnya.(zasrial)









