BANDA ACEH – Sejumlah dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (PS THP), Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK) Banda Aceh yang terdiri beberapa peer group melakukan kunjungan industrial expo ke event internasional “International Expo Food Ingredient Asia di Jakarta yang berlangsung pada Tanggal 7-9 September 2022 (Fi Asia 2022).
Expo FI Asia 2022 merupakan pameran produk industri makanan dan minuman terbesar yang diselenggarakan setiap tahun di Jakarta, Bangkok dan Singapura, yang melibatkan lebih dari 300 produsen makanan dan minuman serta dihadiri lebihdari 12.890 peserta.
Berbagai inovasi terbaru bahan makanan dan minuman produk terbaru dari berbagai kategori termasuk bahan tambahan makanan seperti perasa, pewarna, penstabil, pengental, dan aroma makanan yang bersumber dari bahan baku yang dapat diandalkan, berkelanjutan, dan efektifdari segi biaya. Fi Asia 2022 juga diisi dengan International dan Halal conference, lebih dari 40 Technical Workshop & Seminar dari eksibitor ternama terkait trend dalam produk makanan dan minuman.
Ketua kegitan kunjungan industrial expo, Ryan Moulana, M.Sc menyebutkan, kegiatan kunjungan industrial expo ini diikuti oleh 18 Dosen PS THP yang terdiri dari beberapa peer group bidang ilmu seperti bidang rempah-rempah dan minyak atsiri, bidang pengolahan pangan, bidang jaminan halal, bidang manajemen dan industri, dan bidang mikrobiologi.
Ryan menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendekatkan tujuan pembelajaran di kurikulum PS THP dengan kebutuhan industri.
Pada kesempatan tersebut berhasil dijalin komitmen kerjasama untuk sarana magang mahasiswa dan juga Praktek Lapangan mahasiswa PS THP. Menjalin kerjasama dalam bentuk praktisi mengajar yaitu praktisi industri mengajar di kampus dalam upaya membuka wawasan mahasiswa bagaimana memecahkan suatu masalah dilapangan atau juga upaya inovasi baru dalam pengembangan produk.
Kegiatan kunjungan industrial expo ini merupakan bagian dari aktifitas Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) PS THP 2022.
Ketua PKKM PS THP, Dr. Asmawati, S.TP, M.Sc menyatakan, salah satu aktifitas unggulan hibah PKKM 2022 yang diperoleh PS THP ini adalah kunjungan dosen-dosen ke industri makanan dan minuman untuk meningkatkan wawasan dan mindset berbagai produk inovatif dibidang industri maknan dan minuman.
Kehadiran Fi Asia 2022 menjadi sarana yang sangat tepat untuk merealisasikan kegiatan ini, dimana 300 lebih industri makanan dan minuman dengan berbagai inovasi yang ditampilkan.
Asmawati menambahkan bahwa Fi Asia 2022 ini menjadi platform yang tepat dan komprehensif bagi dosen PS THP untuk meningkatkan wawasan terkait berbagai inovasi bahan baku makanan dan minuman yang canggih guna menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pengembangan produk yang inovatif dengan biaya efisien.
Asmawati berharap teknologi dan inovasi tersebut dapat diaplikasikan pada pengembangan laboratorium dan kewirausahaan mahasiswa PS THP. Selain itu, output lain dari kunjungan ini adalah untuk menjalin kerjasama dengan mitra agar dapat menjadi mitra dalam pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terutama bidang magang.
“Proses magang di industri bakal memberikan banyak keuntungan bagi mahasiswa. Salah satunya, meningkatkan kemampuan teknis dan keterampilan, serta mengaplikasikan pembelajaran di satuan pendidikan,” katanya.
Bagaimana keterampilan yang dipelajari di sekolah diaplikasikan di dunia kerja. Atau (magang) bisa juga mempelajari skill yang baru dan meningkatkan soft mahasiswa. Peserta magang juga berkesempatan mengasah kemampuan koordinasi atau merespons instruksi atasan juga rekan kerja,” tambahnya.
Ketua Program Studi THP, Dr. Muhammad Ikhsan Sulaiman, M.Sc, IPU mengatakan bahwa pendapatan negara dari industri pangan nasional merupakan kedua tertinggi setelah pertambangan.
Sektor pangan merupakan industri paling inovatif di dunia. Aceh dengan potensi kekayaan alam pertanian, kelautan dan kehutanan sangat memungkinkan untuk pengembangan industri makanan dan minuman.
Oleh karena itu kunjungan industrial expo ini sangat relevan untuk menciptakan lulusan yang dapat langsung bekerja di industri atau berwirausaha di bidang pangan dan hasil pertanian.









