BANDA ACEH – Pengamat sosial di Aceh, Dr. Nasrul Zaman, ST., M.Kes, memberi apresiasi yang mendalam atas kinerja Polresta Banda Aceh dalam mengungkap kasus Curanmor.
Menurut Nasrul Zaman, maraknya curanmor di Banda Aceh sejak awal tahun 2022 ini yang terkadang bisa terjadi kehilangan 2-3 unit kenderaan per-hari telah membuat kepolisian kota Banda Aceh menguatkan kerja-kerja operasinya untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi warga Banda Aceh.
“Saat ini, sebagian besar kasus curanmor tersebut telah berhasil diungkap kepolisian dan menangkap pelaku cutranmor tersebut serta membawanya ke meja hukum. Meski demikian kepollisian tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari masyarakat luas mengingat jumlah dan kekuatan personil kepolisian yang terbatas yang tidak sebanding dengan luas wilayah yang menjadi tanggung jawab Polresta Banda Aceh,” ujar Nasrul Zaman.
Apalagi, kata dia, pada beberapa peristiwa diketahui bahwa pelaku curanmor di Banda Aceh saat ini ada yang berasal dari luar Aceh atau pelaku antara provinsi dan yang telah berhasil ditangkap yaitu warga Medan yang telah melakukan curanmor beberapa kali di wilayah kerja Polresta dan menjual hasil curiannya ke Sumatera Utara.
“Fenomena tersebut harus mampu menggerakkan kepedulian warga Banda Aceh untuk bersedia memperhatikan gerak-gerik setiap orang yang mencurigakan dan bila perlu segera melaporkan pada kepolisian terdekat untuk bisa mencegah hal-hal yang tidak dikehendaki bersama. Inilah yang disebut sebagai sinergi antara polisi dan warga yang selama ini telah terjaga,” ujarnya.
“Keberhasilan polisi mengungkap jaringan pencurian kenderaan bermotor antar provinsi tersebut menjadi bukti bahwa polisi terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Banda Aceh melalui kerjasama yang erat dengan warga dengan kerja kerja keras dan kerja cerdas,” kata dia lagi.
.









