Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Peran Guru Sentral untuk Membendung Paham Radikalisme di Aceh

Admin1 by Admin1
12/10/2022
in Lintas Timur
0

Banda Aceh – Ketua Forum Koordinasi dan Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh Dr Mukhlisuddin Ilyas, M.PT mengatakan, peran guru sangat sentral untuk membendung paham radikalisme di Aceh. Untuk itu, Guru harus mampu mengajarkan sikap, perilaku dan tindakan yang saling toleran dan damai.

“Guru harus mampu membimbing peserta didik untuk saling hidup rukun dan menghindari saling hujat. Guru harus bisa menjadi penengah diatas perbedaan pendapat,” kata Mukhlisuddin Ilyas pada acara Training of Trainer Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama dan Lomba Pembuatan Bahan Ajar Berupa Video Pendek Sosiodrama Moderasi Beragama yang digelar FKPT Aceh berkerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Gedung Dekranas Aceh Besar, Blang Bintang, Rabu (12/10/2022).

Dikatakan Mukhlisuddin, Radikalisme dan terorisme tidak mengenal agama, profesi, jenjang pendidikan, kaya atau miskin. Semua berpotensi terpapar virus radikalisme dan terorisme ini.

“Hasil Kajian BNPT menyebutkan, potensi radikalisme lebih tinggi pada kalangan perempuan. Kejadian Surabaya, Batam, Medan dan penyerangan Mabes Polri yang dilakukan oleh seorang mahasiswi, harus menjadi catatan dan pembelajaran,” jelasnya.

Radikalisme dan terorisme adalah sebuah fakta. Khusus di Aceh, domain diskursus radikalisme sudah bergeser, dari wilayah politik ke wilayah agama. Padahal dalam agama apapun di dunia ini, tidak membenarkan tindakan teror, apalagi membunuh.

Disampaikan, moderasi beragama adalah sebuah gagasan membangun toleransi, sikap anti kekerasan dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal.

“Dalam sejarah masyarakat Aceh, kita punya kearifan lokal yang matang soal toleransi dan moderat. Sejarah keberagaman orang Aceh sudah teruji. Dalam perspektif sejarah, orang Aceh sulit terpapar radikalisme dan terorisme,” lanjutnya.

Untukm itu–katanya–guru sangat berperan penting dalam pencegahan radikal, ikut mengarahkan tindakan hidup yang toleran.

“Tentu berperan untuk Hindari berhubungan dengan kelompok yang suka menyalahkan amaliyah orang lain, suka membidahkan kelompok lain, suka mengkafirkan orang lain, kehidupan yang eksklusif, dan tergabung dalam organisasi ekstrimis. Tujuan pelaksanaan acara ini juga untuk menumbuhkembangkan moderasi beragama dikalangan Pendidik,” jelas Mukhlisuddin.

acara Training of Trainer Menjadi Guru Pelopor Moderasi Beragama dan Lomba Pembuatan Bahan Ajar Video Pendek turut dihadiri 100 guru Paud dan SMA dari Banda Aceh dan Aceh Besar, dan Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, S.STP., MM.

Tampil sebagai pembicara Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, M.A. (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar- Raniry), Maira Himadhani, S.T., M.Sc. (Subkoordinator Partisipasi Masyarakat BNPT), Dr. Anis Maskur, M.Ag (Kasubdit GTK Kemenag RI), dan Moderator Dr. Sulaiman Tripa, S.H., M.H. (Kabid Agama, Sosial, Ekonomi dan Budaya FKPT Aceh).[]

Previous Post

FAH UIN Ar-Raniry Usulkan Empat Calon Anggota Senat ke Rektor

Next Post

Pj Bupati Minta FKPT dan BNPT Dorong Aceh Besar Bebas Radikalisme dan Terorisme

Next Post

Pj Bupati Minta FKPT dan BNPT Dorong Aceh Besar Bebas Radikalisme dan Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

02/04/2026
Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

02/04/2026
Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

02/04/2026
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

10 Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolir Akibat Banjir Bandang

02/04/2026
Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

02/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com