Jakarta – Jurnalis Wilder Alfredo Córdoba, yang merupakan direktur jaringan televisi lokal Union TV dan dikenal karena aktivitas sosialnya, ditemukan tewas pada Selasa, 29 November 2022, di kota La Union, Departemen (provinsi) Nariño, Kolombia timur.
Menurut informasi resmi yang dikumpulkan Radio RCN, pria 44 tahun itu dibunuh oleh orang tak dikenal yang menaiki sepeda motor setelah melakukan pekerjaan jurnalistik untuk stasiun televisinya.
Seperti dikutip News 360, Sumber yang sama mengatakan bahwa orang yang mengendarai sepeda motor bersamanya menembak Córdoba dari belakang hingga tiga kali. Pihak berwenang mengesampingkan bahwa serangan itu mungkin terkait dengan perampokan karena Córdoba ditemukan dengan semua barang miliknya masih lengkap.
Sekretaris Pemerintah Nariño, Andrés Zúñiga, menyatakan tidak bisa menerima insiden itu dan meminta otoritas yang berwenang mempercepat penyelidikan guna mengklarifikasi kematian jurnalis tersebut sesegera mungkin.
Kami menyesalkan tindakan kekerasan yang membuat Nariño berduka. Kami meminta lembaga yang berwenang mempercepat proses investigasi untuk menemukan keberadaan mereka yang bertanggung jawab,” kata Zúñiga.
Dewan Keamanan setempat telah berkumpul untuk menganalisis tindakan keamanan.
Menurut media Kolombia, Córdoba dikenal di daerah itu karena sikap kritisnya terhadap pemerintah lokal dan secara mandiri melakukan pekerjaan sosial.
“Kami tahu Moreno sedang melakukan beberapa investigasi atas pengaduan pidana dan disiplin,” demikian Yayasan Sosial Cordoberxia, pengawas hak asasi manusia, dalam pernyataan sehari setelah kejadian.
Rafael Moreno adalah pemimpin redaksi situs berita Voces de Cordoba di Montelibano. Sebulan sebelumnya, Moreno mengeluh pemerintah telah menarik petugas yang mengawalnya. Moreno telah menyelidiki, antara lain, tuduhan tambang ilegal di tanah milik seorang senator di mana bahan-bahan yang diekstraksi digunakan untuk pekerjaan umum.
Menurut Yayasan Kebebasan Pers Kolombia, kekerasan terhadap jurnalis di negara itu telah meningkat, dengan hampir 770 jurnalis menjadi korban beberapa bentuk penyerangan pada 2021. Agustus lalu, dua jurnalis ditembak mati oleh penyerang di kota utara, Fundacion.
Dengan demikian, sudah 11 jurnalis yang tewas di Kolombia sejak perjanjian damai dengan pemberontak sayap kiri FARC ditandatangani pada 2016.









