Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Masa Bodoh Konflik, Warga Aljazair Bela Maroko di Qatar: Kami Muslim

Admin1 by Admin1
13/12/2022
in Internasional
0

Jakarta – Warga Aljazair ramai-ramai mendukung Maroko di semifinal Piala Dunia Qatar 2022 meski hubungan pemerintahan Algeirs dan Rabat tengah panas.

Salah satu warga Aljazair yang mendukung Maroko yakni penjual kebab di Algeirs, Mehdi Belkassam.

“Saya merasa harus mendukung Maroko, tetangga, saudara dan sesama Muslim,” kata Belkassam, seperti dikutip Reuters.

Warga Aljazair lain, Miloud Mohammed, tak mau persoalan politik kedua negara mengganggu kemeriahan pesta sepak bola dunia.

“Jika kita fokus pada politik, Maroko adalah musuh karena memilih Israel sebagai teman. Tapi sepak bola bukan politik. Untuk itu, kami mendukung Maroko di Piala Dunia,” ujar Mohammed.

Aljazair dan Maroko tengah cekcok beberapa tahun belakangan ini.

Pada 2021 lalu, Aljazair memutus hubungan diplomatik dengan Maroko gara-gara Rabat dianggap terus melakukan tindakan permusuhan.

Dewan Keamanan tertinggi Aljazair juga memutuskan menutup wilayah udara bagi seluruh penerbangan sipil dan militer Maroko.

Sepekan sebelum pemutusan hubungan, Aljazair menuduh Maroko turut berkontribusi dalam kebakaran hutan di negaranya. Imbas kebakaran ini, puluhan ribu hektar hutan hangus, dan 90 orang tewas, termasuk 30 tentara.

Algeirs menuding kelompok separatis wilayah Berber dan Rabat sebagai dalang kebakaran hutan itu.

Mereka juga menuduh kelompok separatis Aljazair yang didukung Maroko, Gerakan Penentuan Nasib Sendiri Kabylie (MAK), terlibat dalam insiden tersebut.

Sebelum hubungan bilateral ini pecah, Maroko dan Aljazair ribut soal kawasan gurun yang disengketakan.

Pada 1963, Maroko berupaya merebut Sahara Barat hingga memicu pertempuran “perang pasir.” Kedua negara sempat gencatan senjata, tetapi kemudian meletus lagi pada 1975.

Ketika itu, Maroko hendak mengakui Sahara Barat.

Sahara Barat merupakan wilayah di pantai Atlantik Afrika. Rabat menguasai 80 persen daerah ini, demikian dikutip AlJazeera.

Maroko menyatakan Sahara Barat bagian wilayahnya. Mereka juga menawarkan otonomi yang menegaskan akan mempertahankan kedaulatan.

Namun, kelompok separatis Maroko yang disokong Aljazair, Front Polisario, tak terima dan berusaha melawan pemerintah.

Kelompok ini pun berperang melawan pemerintah dari tahun 1975 hingga 1999 untuk menuntut referendum.

Perlawanan terus berlanjut hingga Maroko meluncurkan operasi khusus di Sahara Barat pada November 2020 lalu.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Pria Singapura Dipenjara Gegara Jual Minuman Ringan ke Korut

Next Post

Nyan, Ini Progres Terkini Temuan ‘Harta Karun’ Migas di Aceh

Next Post
Setelah 44 Tahun, Akhirnya Aceh Bisa Kelola Sendiri Migas Blok B Aceh Utara

Nyan, Ini Progres Terkini Temuan 'Harta Karun' Migas di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Raih Dua Rekor MURI Sekaligus, FJA Abdya Apresiasi Bupati Safaruddin

Raih Dua Rekor MURI Sekaligus, FJA Abdya Apresiasi Bupati Safaruddin

25/04/2026
BPC HIPMI Sambut Kehadiran Pengusaha Ternama di Jakarta dan Eropa Asal Abdya pada Ajang HUT Abdya ke-24

BPC HIPMI Sambut Kehadiran Pengusaha Ternama di Jakarta dan Eropa Asal Abdya pada Ajang HUT Abdya ke-24

25/04/2026
Pertamina Layani 14 Penerbangan Haji Via Bandara SIM Blang Bintang

Pertamina Layani 14 Penerbangan Haji Via Bandara SIM Blang Bintang

25/04/2026
Kepala SDN 1 Percontohan Karang Baru Kembali Nakhodai PGRI Aceh Tamiang

Kepala SDN 1 Percontohan Karang Baru Kembali Nakhodai PGRI Aceh Tamiang

25/04/2026
Banda Aceh Raih National Governance Award 2026

Banda Aceh Raih National Governance Award 2026

25/04/2026

Terpopuler

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026

Pecahkan Sejarah! Abdya Raih 2 Rekor MURI Sekaligus: Bakar Lemang dan Sajian Tapai Terbanyak

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Jawa Tengah dan Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp1,06 Triliun

Mukim di Abdya Siap Sukseskan Meusuraya “Teut Lumang”

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com