Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Lockdown Dicabut, Heboh Jenazah Covid Antre di RS-Krematorium China

Admin1 by Admin1
21/12/2022
in Internasional
0
Lockdown Dicabut, Heboh Jenazah Covid Antre di RS-Krematorium China

Usai lockdown ketat dicabut, China dihadapkan dengan lonjakan kasus Covid-19 hingga kasus kematian yang meningkat. (REUTERS/LAM YIK)

Jakarta – Puluhan foto dan video rumah sakit di China membuat gempar lantaran menampilkan jenazah yang diduga pasien Covid-19 menumpuk di kamar mayat hingga lorong rumah sakit.

Foto-foto itu menunjukkan tumpukan mayat tergeletak di lantai di tengah lonjakan kasus Covid-19 di China usai kebijakan lockdown ketat dicabut imbas protes warga.

Bukan cuma itu, ruang resusitasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga dipenuhi pasien yang tampak mengular.

Terlepas dari gambar-gambar yang mengerikan tersebut, otoritas bersikeras bahwa situasi Covid-19 China terkendali, seperti dikutip News.com.au.

Sejumlah ahli mengklaim bahwa pemerintah China menutup-nutupi jumlah kasus kematian akibat Covid-19.

Pada Minggu (18/12), otoritas China hanya melaporkan dua jumlah kematian. Hal itu berbeda dengan foto dan video tumpukan mayat yang beredar di media sosial tak lama setelah itu.

Sementara itu, China juga melaporkan lima kasus kematian akibat Covid-19 pada Selasa (20/12) dengan 2.722 infeksi baru bergejala. Jumlah ini naik dari hari sebelumnya yang mencatat dua kematian Covid-19 dan 1.995 infeksi bergejala.

Hoe Nam Leong, seorang ahli penyakit menular yang berbasis di Singapura, juga berpendapat bahwa jumlah yang kini dirilis pemerintah Beijing tidak merepresentasikan semua kasus Covid-19 di negara itu. Menurutnya, jumlah kematian akibat Covid-19 di Beijing lebih banyak dari yang dilaporkan pemerintah.

Ahli epidemiologi Eric Feigl-Ding juga mengatakan rumah sakit di China kini sudah “benar-benar kewalahan” dengan banyaknya pasien di RS. Dia bahkan memprediksi bahwa dalam 90 hari ke depan sekitar 10 persen populasi Bumi akan terinfeksi Covid-19.

“Ada kemungkinan terjadi jutaan kasus kematian,” kata dia melalui cuitannya di Twitter.

“Seseorang bisa meninggal karena serangan jantung akibat stres karena infeksi. Penyebab utama kematian adalah serangan jantung, namun penyebab yang sebenar-benarnya adalah Covid,” ujarnya.

China belakangan memang mulai melonggarkan kebijakan nol-Covidnya setelah diprotes besar-besaran oleh publik.

Saking longgarnya, orang yang terkena Covid-19 bahkan diizinkan untuk tetap bekerja, seperti yang terjadi di Chongqing.

Fenomena ini berbeda dengan yang selama ini terjadi di China. Negara Tirai Bambu sebelumnya sangat ketat sehingga bila mendeteksi satu kasus saja bisa membuat lockdown suatu wilayah.

Pemerintah Beijing sejauh ini pun telah meminta warga untuk melakukan isolasi mandiri di rumah ketimbang di ruang rawat.

Sementara itu, krematorium di kota-kota besar China juga dilaporkan kewalahan menangani antrean jenazah di tengah wabah Covid-19 yang kembali meluas.

Melansir AFP, krematorium di kota Beijing, Chongqing, dan Guangzhou jauh lebih sibuk dari biasanya. Salah satu krematorium bahkan melaporkan pihaknya kehabisan ruang untuk menerima jenazah yang ingin dikremasi.

Sementara itu, di ibu kota Beijing, petugas keamanan terlihat berpatroli di pintu masuk sebuah krematorium khusus Covid-19 dengan antrean mobil jenazah yang terlihat di depannya.

Seorang pengemudi mobil jenazah mengatakan kepada kantor berita bahwa dia telah menunggu beberapa jam di krematorium itu.

Di Chongqing, kota berpenduduk 30 juta, seorang pegawai krematorium juga mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya kehabisan ruang untuk menyimpan jenazah.

“Jumlah jenazah yang diangkut dalam beberapa hari terakhir ini berkali-kali lebih banyak dari sebelumnya,” kata seorang staf.

“Kami sangat sibuk, tidak ada lagi ruang penyimpanan untuk jenazah. Tapi kami tidak yakin (apakah terkait Covid), Anda perlu bertanya kepada pimpinan yang bertanggung jawab,” paparnya lagi.

Di Guangzhou, seorang karyawan di salah satu krematorium di distrik Zengcheng mengatakan kepada AFP bahwa mereka mengkremasi lebih dari 30 jenazah setiap hari.

“Kami memiliki staf-staf dari distrik lain. Tidak ada pilihan lain,” kata karyawan itu.

Krematorium lain di kota itu mengatakan mereka juga “sangat sibuk”.

“Ini tiga atau empat kali lebih sibuk dari tahun-tahun sebelumnya, kami sekarang mengkremasi lebih dari 40 jenazah per hari ketika sebelumnya hanya sekitar belasan setiap harinya,” kata seorang staf.

“Seluruh Guangzhou seperti ini,” ucapnya lagi.

Di kota timur laut Shenyang, seorang anggota staf di bisnis layanan pemakaman mengatakan jenazah dibiarkan tidak dikremasi hingga lima hari karena krematorium “benar-benar penuh sesak”.

Meski begitu, AFP melaporkan peningkatan kematian di China ini belum pasti semuanya berkaitan dengan Covid-19.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Buntut Safari Anies, KPU Izinkan Kampanye Dini Tanpa Ajakan Nyoblos

Next Post

BI Aceh Hajar PAMBERS 3-0

Next Post
BI Aceh Hajar PAMBERS 3-0

BI Aceh Hajar PAMBERS 3-0

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

4 Tersangka Diamankan Terkait Penyelundupan Sabu di Bandara SIM Blang Bintang

4 Tersangka Diamankan Terkait Penyelundupan Sabu di Bandara SIM Blang Bintang

08/06/2026
Bayi dari Ibu ODGJ di RSUD Meuraxa Diserahkan kepada Keluarga Besar

Bayi dari Ibu ODGJ di RSUD Meuraxa Diserahkan kepada Keluarga Besar

08/06/2026
DWP Aceh Salurkan Bantuan untuk Puluhan Lansia Korban Kebakaran

DWP Aceh Salurkan Bantuan untuk Puluhan Lansia Korban Kebakaran

08/06/2026
12 Gampong Tuntas, Aceh Barat Kejar Penyelesaian Temuan Dana Desa Rp6,6 Miliar

12 Gampong Tuntas, Aceh Barat Kejar Penyelesaian Temuan Dana Desa Rp6,6 Miliar

08/06/2026
Kapal Pengangkut Ratusan Tabung LPG Tenggelam di Banda Aceh

Kapal Pengangkut Ratusan Tabung LPG Tenggelam di Banda Aceh

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com