Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Ogah Lanjut Kontrak, Eks Komandan Wagner Pro-Putin Kabur ke Norwegia

Atjeh Watch by Atjeh Watch
17/01/2023
in Internasional
0

Jakarta – Seorang mantan komandan di pasukan tentara bayaran Rusia, Wagner, melarikan diri ke Norwegia untuk mencari suaka.

Dia kabur lantaran tak ingin melanjutkan kontrak dengan perusahaan militer swasta tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Vladimir Osechkin, seorang aktivis Rusia yang membantu orang mencari perlindungan di luar negeri, Andrei Medvedev mengatakan bahwa dia khawatir akan nyawanya setelah menolak memperbarui kontrak dengan Wagner.

Medvedev mengatakan setelah merampungkan kontraknya dan menolak lanjut, dia was-was bakal dieksekusi dengan cara yang sama seperti Yevgeny Nuzhin. Nuzhin merupakan pembelot Wagner yang dibunuh di depan kamera menggunakan palu godam.

“Kami baru saja dilempar untuk bertarung seperti umpan meriam,” katanya kepada Osechkin.

Dalam panggilan telepon dari Norwegia, Medvedev mengaku telah melintasi perbatasan dekat kota Nikel Rusia untuk ke Norwegia.

Pengakuan itu sejalan dengan laporan Distrik Polisi Finnmark yang menyatakan bahwa mereka menangkap seorang pria di Pasvik di sisi perbatasan Norwegia pada Jumat (13/1) pukul 1.58 pagi waktu setempat.

Medvedev juga mengatakan bahwa dia melintasi perbatasan dan mendekati rumah pertama yang bisa dia temukan.

“Saya memberi tahu seorang wanita lokal menggunakan bahasa Inggris yang patah-patah mengenai situasi saya dan meminta bantuan,” katanya kepada Osechin.

“Saat saya di jalan, saya didekati oleh pasukan perbatasan dan polisi. Saya dibawa ke sebuah departemen di mana saya diinterogasi dan didakwa atas penyeberangan ilegal. Saya menjelaskan semuanya kepada mereka dan memberi tahu mengapa saya bertindak demikian.”

Meski ditahan, Medvedev mengaku bersyukur bisa tiba dengan selamat di Norwegia.

“Sungguh keajaiban saya bisa sampai di sini,” ucapnya.

Keberadaan Medvedev di Norwegia ini juga telah dikonfirmasi oleh Dinas Keamanan Polisi Norwegia. Juru bicara Dinas Keamanan Polisi, Eirik Veum, mengatakan bahwa Medvedev benar berada di negara itu untuk mencari suaka.

Kendati demikian, status Medvedev masih berada di bawah penyelidikan polisi setempat.

“Sejauh ini, ini merupakan penyelidikan polisi setempat,” kata Veum kepada CNN.

“Tapi selaku Dinas Keamanan, kami diberitahu, dan tentu saja mengikuti penyelidikan.”

Sementara itu, Osechkin mengatakan kepada CNN bahwa Medvedev sempat dipukuli usai memutuskan tak ingin melanjutkan kontrak.

“Begitu ini terjadi, dia menjadi buronan oleh dinas keamanan Wagner dan dinas khusus Rusia. Ada ancaman bagi hidupnya,” ujarnya.

“Dia takut akan dieksekusi dengan cara yang sama seperti Yevgeny Nuzhin, dengan palu godam. Kami sebagai pembela HAM memutuskan untuk membantunya dan melindungi hidupnya.”

Osechkin membeberkan sejauh ini pihaknya telah membantu Medvedev dengan memberikan bahan makanan, pakaian, dan telepon.

Osechkin sempat berujar bahwa dia tak membenarkan sikap Medvedev yang pernah berpartisipasi dalam Wagner. Namun Medvedev menurutnya perlu dibantu karena ingin lepas dari kelompok “organisasi teroris” yang membunuh “Rusia dan Ukraina”.

Kelompok tentara bayaran yang dipimpin oligarki Rusia Yevgeny Prigozhin itu sendiri selama ini menjadi pemeran kunci dalam invasi Rusia di Ukraina.

Mereka baru-baru ini bahkan menyerbu kota kecil Soledar dan mengklaim telah menguasainya.

Kelompok ini sering digambarkan sebagai pasukan rahasia Presiden Rusia Vladimir Putin.

Nama Wagner sendiri telah meluas secara global sejak pertama kali didirikan pada 2014. Kelompok itu dituding melakukan kejahatan perang di Afrika, Suriah, dan Ukraina.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

KPK Panggil Hercules Usut Kasus Suap di Mahkamah Agung

Next Post

Penembakan di California AS, 6 Orang Tewas Termasuk Bayi 6 Bulan

Next Post

Penembakan di California AS, 6 Orang Tewas Termasuk Bayi 6 Bulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Gempa M 7,8 Guncang Filipina Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa Magnitudo 4.0 Guncang Sinabang

15/06/2026
Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Pidie

Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Pidie

15/06/2026
Karhutla di Aceh Barat Meluas Jadi 34,1 Hektare

Karhutla di Aceh Barat Meluas Jadi 34,1 Hektare

15/06/2026
Ketua MWA USK Dorong Perluasan Program Pengabdian Masyarakat FK USK ke Seluruh Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Ketua MWA USK Dorong Perluasan Program Pengabdian Masyarakat FK USK ke Seluruh Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

15/06/2026
Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

BPBD Siagakan Personel Hadapi Banjir Luapan di Aceh Barat

15/06/2026

Terpopuler

Ogah Lanjut Kontrak, Eks Komandan Wagner Pro-Putin Kabur ke Norwegia

17/01/2023

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Rp800 Juta untuk HUT Pidie Jaya: Sederhana Bagi Pemkab, Bagaimana Menurut Rakyat?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com