Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Oposisi Turki Umumkan Maju Pilpres Juni, Siap Kalahkan Erdogan

Atjeh Watch by Atjeh Watch
09/03/2023
in Internasional
0
Turki Peringatkan Suriah Tak Langgar Gencatan Senjata

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Istimewa

Jakarta – Pemimpin oposisi Turki, Kemal Kiricdaroglu, mengumumkan bakal maju dalam pemilihan presiden (pilpres) yang bakal digelar sekitar Juni mendatang.

Kiricdaroglu saat ini menjadi satu-satunya calon presiden yang bakal bersaing dengan petahana Presiden Recep Tayyip Erdogan. Berdasarkan jadwal, pemilu Turki 2023 bakal digelar pada Juni mendatang. Namun, Erdogan memberi sinyal bahwa pemilu bisa jadi dilakukan lebih cepat yakni pada 14 Mei.

Ketua Partai Republik Rakyat (Republican People’s Party/CHP) yang berhaluan kiri itu akhirnya mencalonkan diri sebagai presiden Turki setelah koalisi oposisi di parlemen Turki terus berdebat mengenai calon penantang Erdogan di pemilu nanti.

Menanggapi deklarasi Kilicdaroglu, sejumlah pengamat menilai ia berpotensi meraih banyak suara dan memiliki sejumlah hal yang tak dilakukan Erdogan selama ini.

Pengamat dari Institut Timur Tengah kajian Turki, Gonul Tol, mengatakan Kilicdaroglu salah satunya memiliki sikap yang rendah hati dan sopan.

“Kemal Kilicdaroglu adalah segalanya, Presiden Recep Tayyip Erdogan tidak,” ujar Tol, seperti dikutip CNN.

Erdogan, lanjut dia, ialah politikus sayap kanan dan populis yang terus membongkar sistem pemerintahan dan hukum di Turki agar dapat menjadi diktator paling berkuasa atau pemimpin “one-man rule.”

Sementara itu, Tol menganggap Kilicdaroglu merupakan politikus yang ingin membangun kembali rezim yang bertolak belakang dengan Erdogan dengan desentralisasi dan membangun pemerintahan berbasis konsultasi dan kompromi.

Senada, pengamat yang fokus soal kajian Turki dari Universitas Oxford, Mehmet Karli, menilai meski ada kericuhan di blok oposisi, namun mereka memiliki tujuan yang jelas dan sama: meruntuhkan rezim Erdogan yang telah berlangsung dua dekade.

Oposisi Turki, lanjut dia, berusaha bergerak menuju sistem parlementer yang lebih inklusif dan presiden hanya punya sedikit peran.

“Tak ada lagi sentralisasi kekuasaan di tangan presiden. Kepresidenan akan menjadi simbolis dan Turki bakal ke demokrasi parlementer seperti 1921” ujar Karli, seperti dikutip CNN.

Antitesis Erdogan

Menurut Karli, Kilicdaroglu adalah identitas Turki yang lebih plural.

Lawan Erdogan itu juga diprediksi memiliki pendekatan yang lebih lembut dan lebih bisa terbaca oleh negara Barat. Kilicdaroglu dinilai lebih demokratis karena tak akan memerintah dengan keputusan sepihak, tetapi melalui institusi.

Kebijakan luar negeri Erdogan, sementara itu kerap digambarkan sebagai aksi yang agresif dan personal.

Sementara itu, Kilicdaroglu juga dianggap punya pendekatan yang bisa berjalan dengan koalisi sebagai kekuatan potensial, demikian menurut Profesor Ilmu Politik dari Universitas Koc di Istanbul, Murat Somer.

Ia bahkan menilai pemilu mendatang bakal menjadi penentuan soal Turki yang lebih demokratis atau otokrasi.

“Ini akan menjadi referendum antara demokrasi dan otokrasi, bukan pemilihan antara dua kandidat. Ini akan menjadi cerita epik,” ucap Somer.

Namun, berdasarkan hasil jajak pendapat popularitas Erdogan masih tinggi dan tak menurun signifikan. Padahal, Erdogan mendapat kritik terkait penanganan gempa dahsyat di negara itu pada Februari lalu.

“Setelah gempa bumi, popularitas Erdogan menurun hanya satu poin, sementara popularitas Kilicdaroglu menurun lima poin,” ungkap ketua lembaga survei Metropoll, Ozer Sencar.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Sehari, 43 Hektare Ladang Ganja Dimusnahkan di Aceh

Next Post

Pria Thailand Dibui 2 Tahun Gegara Hina Raja dengan Kalendar ‘Bebek’

Next Post
Pria Thailand Dibui 2 Tahun Gegara Hina Raja dengan Kalendar ‘Bebek’

Pria Thailand Dibui 2 Tahun Gegara Hina Raja dengan Kalendar 'Bebek'

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Krak, Paripurna Tetapkan RUU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif DPR RI

Krak, Paripurna Tetapkan RUU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif DPR RI

08/09/2026
Kanwil Kemenag Aceh Pastikan OMI 2026 Lancar

Kanwil Kemenag Aceh Pastikan OMI 2026 Lancar

08/09/2026
Dua Pelajar MTsN 1 Banda Aceh Juara Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi, Jadi Wakil Aceh ke Nasional

Dua Pelajar MTsN 1 Banda Aceh Juara Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi, Jadi Wakil Aceh ke Nasional

08/09/2026
[Opini] Peu Haba Pidie;Sebuah Catatan Menyambut Hari Jadi Pidie ke-515

[Opini] Peu Haba Pidie;Sebuah Catatan Menyambut Hari Jadi Pidie ke-515

08/09/2026
Belum Ada Titik Terang Tepal Batas Jeumpa dan Susoh, Warga Berbondong ke Kantor Bupati

Belum Ada Titik Terang Tepal Batas Jeumpa dan Susoh, Warga Berbondong ke Kantor Bupati

08/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Oposisi Turki Umumkan Maju Pilpres Juni, Siap Kalahkan Erdogan

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Munawar Ibrahim Pimpin ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin: Bukan Underbow Pemerintah

Bandara Soetta Ditutup, Pendaratan 382 Jemaah Umrah Dialihkan ke Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com