BANDA ACEH – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, kembali menerima penghargaan sebagai tokoh peduli pendidikan Alquran di pedalaman Aceh.
Penghargaan kali ini diberikan oleh Lembaga Tahsin, Tahfidz, Tafsir Alqur’an (LT3Q) Elmas’udy Indonesia.
Prosesi pemberian Elmas’udy Duta Quran Award 2023 berlangsung di Masjid Baitul Musyahadah atau lebih dikenal Masjid Kupiah Meukeutop pada Kamis lalu, 13 April 2023. Namun karena pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini sedang berada di daerah, penghargaan baru diserahkan di kediaman pribadi sahabat Ustadz Abdul Somad (UAS) ini, Rukoh, Kota Banda Aceh, akhir pekan ini.
Syech Fadhil dianggap satu dari 14 tokoh berpengaruh di Aceh yang dinilai konsen pada pendidikan Alquran di Aceh.
“Alhamdulillah, terimakasih atas penghargaan ini. Semoga ini menjadi motivasi untuk saya pribadi dan tim guna berbuat yang lebih baik lagi kedepan,” kata Senator Aceh yang dikenal dekat dengan para ulama kharimatik di Aceh ini.
“Bagi saya, pendidikan merupakan investasi masa depan Aceh. Termasuk dengan pendidikan Alquran bagi generasi muda Aceh. Bagaimana wajah Aceh di masa depan? Jawabannya ada pada anak-anak yang akan menjadi generasi qurani,” ujarnya lagi.
Direktur LT3Q Elmas’udy Indonesia, Ustaz Irhamullah Al-Hafiz, mengatakan penghargaan diberikan kepada tokoh pengagung Alquran di Aceh.
“Penghargaan ini kita berikan kepada tokoh-tokoh yang mengagungkan Alquran di Aceh. Dulu tidak ada hafiz Quran di Aceh, sehingga dibuat program agar ada hafiz quran dari Aceh,” kata Irhamullah.
Pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi LT3Q Elmas’udy kepada para tokoh.
“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh yang telah mengembangkan program hafal Alquran,” imbuhnya.
Syech Fadhil sendiri, sebelumnya juga menerima penghargaan sebagai sosok peduli pendidikan di pedalaman Aceh, dari salah satu media terbesar di Aceh.
Hingga saat ini, senator alumni dayah Darul Arafah di Sumatera Utara ini telah memiliki puluhan anak asuh. Syech Fadhil juga fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di pedalaman Aceh yang selama ini dinilai kurang mendapat sentuhan dari pemerintah.
“Saya selalu mengatakan, pendidikan adalah investasi dari warga di pedalaman Aceh untuk membangun daerahnya di masa depan,” kata dia.










