SUBULUSSALAM – Dalam ajang kreasi dan apresiasi peserta didik berkebutuhan khusus atau sering disebut anak emas. Pusat Prestasi Nasional (Pupernas) menyelenggarakan berbagai lomba bagi anak jenjang Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) tahun 2023.
Cindi Esi Sulistiyani (14), murid SDLB Negeri Syech Abdurrauf Kota Subulussalam meraih juara satu tingkat nasional dengan mengantongi medali emas pada cabang lomba fashoin show.
Kepala SLB Negeri Syech Abdurrauf, Ira Hariati A SPd, Selasa (30/5/2023), mengatakan, pada tanggal 29 Mei 2023 kemarin, Pupernas mengumumumkan para juara apresiasi peserta didik berkebutuhan khusus secara daring.
“Alhamdulillah, CindiI Esi Sulistiyani murid kelas I jenjang SDLB yang mengalamai tuna down syndrome, mampu meraih juara satu dengan memperoleh medali emas pada cabang lomba fashion show,” kata Ira.
Dikatakannya, lomba ini sesuai dengan juknis yang dikirimkan dari Pupernas adalah murid jenjang SDLB jenis ketunaan down syndrome.
Lalu, siswa melalui sekolah mengirimkan video ke akun tiktok panitia untuk diseleksi langsung di tingkat nasional.
“SLB Negeri Syech Abdurrauf mengirimkan siswa down syndrome atas nama Cindi Esi Sulistiyani. Dia berlatih bersama guru pembimbingnya yaitu, Siti Arniman dan May Leni,” sebutnya.
Kata Ira, Cindi berlatih hampir setiap hari selama lebih kurang satu bulan di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam.
Kemudian video di unggah tanggal 20 Mei 2023. Dengan kesungguhannya, akhirnya Cindi membuktikan bahwa anak berkebutuhan khusus mampu mencetak prestasi.
Cindi merupakan anak pasangan dari Sukaji dan Kat Iyah yang lahir pada tanggal 3 September 2009 dalam kesehariannya selalu ceria dan lucu.
“Prestasi yang diraih Cindi tentu membanggakan sekolah, daerah bahkan Provini Aceh dan tentunya bagi kedua orang tuanya. Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang selama ini memotivasi hingga meraih prestasi,” ucap Ira.
Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Subulussalam -.Singkil, Antoni Berampu MPd mengatakan, sangat gembira atas prestasi yang diraih murid SLB Syech Fansuri Kota Subulussalam di tingkat nasional.
“Pada hakekatnya bakat dan talenta dimiliki setiap diri murid, tak terkecuali bagi murid yang berkebutuhan khusus. Namun kembali pada lingkungan belajar tempat sianak menimba ilmu,” ujarnya.
Kemampuan seorang guru yang merangkap berperan menjadi seorang coach bagi anak didiknya, bagaimana bisa mengenal dan menggali talenta yang masih terbungkus dalam diri anak.
Lebih lanjut kata Antoni, hari ini terbukti murid berkebutuhan khusus atau anak emas dari SLB Syech Abdurrauf Subulussalam tampil menggoyang panggung di tingkat nasional.
“Talenta seni anak berkebutuhan khusus dari Kota Sadakata mampu mempersembahkan medali emas tingkat nasional yang mewakili SLB dari Provinsi Aceh adalah kado terindah bagi Dinas Pendidikan Aceh,” ucap Antoni.
Kacabdisdik mengajak semua sahabat guru untuk lebih aktif dalam menggali potensi yang ada pada diri anak, berkhidmat kepada siswa dalam tuntutan kurikulum merdeka saat ini adalah metode efektif dalam membahagiakan siswa dengan potensi yang mereka miliki.
“Selamat kepada Cindy Esi Sulistiyani, kepala sekolah dan dewan guru SLB Negeri Syech Abdurrauf, dan di haril yang sama Pemerintah Aceh mendapatkan penghargaan tertinggi transformasi pendidikan vokasi dari Kemdikbudristek,” pungkas Antoni.










