BLANGPIDIE – Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyimpan surga bawah laut yang belum banyak terekspos: Karang Cina Putri, spot diving dengan terumbu karang alami dan biota laut beragam di perairan tepatnya di Desa Lama Tuha Kecamatan Kuala Batee kebupaten setempat.
Salah seorang pendiri Pusong Diving Club yang juga .Mentor diving, Erijal menyebutkan jika karang Cina Putri punya potensi besar jadi destinasi wisata bahari unggulan jika dikelola serius.
Potensi Karang Cina Putri
Banyak terumbu karang sehat dengan jenis seven, acropora, brain coral, soft coral dan jenis lainnya yang masih terjaga dengan tutupan karang hidup di atas 60%
“Disana juga sering kita jumpai biota laut, Kerap ditemui ikan kerapu, family napoleon, penyu sisik, hingga sesekali hiu karang sirip hitam muncul hingga membuat pengyelam terpukau,” ungkap Erijal.
Visibilitas kedalam 15-35 meter. Menyelam disarankan saat cuaca cerah, cocok untuk wisata edukasi dan fotografer bawah laut. Akses ke titik lokasi rata-rata 30 menit naik perahu kapal motor nelayan dari Pelabuhan.
“Karang Cina Putri ini pesonanya luar biasa tat kalah juga dengan lokasi lainya. Sayang kalau hanya dinikmati segelintir orang. Pemerintah harus lihat ini sebagai peluang ekonomi biru. Butuh dukungan promosi, pelatihan pemandu selam lokal dan regulasi zona konservasi biar tidak rusak,” ungka Erijal.
Selain karang Cina Putri, Abdya juga memiliki sejumlah wisata bawah laut seperti karang Mesjid di Kecamatan Lembah Sabil, karang Pusong Blang Padang Tangan-tangan, karang Luar Kecamatan Setia, Kawasan konservasi Pulau Gosong Kecamatan Susoh dan
Karang Gergaji Kecamatan Babahrot.
Diketahui, saat ini Dinas Pemuda dan Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Abdya juga sedang fokus pada isu sejumlah lokasi karang di Negeri ‘Bumoe Breuh Sigupai’. Salah satunya melakukan observasi wisata, menyusun DED kawasan wisata terumbu karang dan membuka ruang kolaborasi dengan komunitas serta media.










