Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

redaksi by redaksi
08/06/2026
in Lintas Timur
0
HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

MEUREUDU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya tahun 2026 hadir dalam situasi yang berbeda. Di satu sisi, pemerintah daerah menggelar berbagai kegiatan bernuansa keagamaan, sosial, budaya, Olahraga dan ekonomi. Namun di sisi lain, daerah ini masih bergulat dengan dampak banjir yang menyisakan persoalan serius bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memadukan peringatan HUT daerah dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui rangkaian kegiatan selama sepekan, mulai 10 hingga 16 Juni 2026.

Tema yang diangkat, “Bangkit Bersyariat dan Pulih Bersama”, bukan sekadar slogan seremonial, melainkan mencerminkan dua agenda besar yang sedang dihadapi daerah tersebut: memperkuat identitas syariat Islam sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.

Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi melalui Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Fakhri Abdul Muthaleb, menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung pesan strategis bagi arah pembangunan daerah.

“Bangkit Bersyariat menegaskan komitmen Pidie Jaya dalam memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Sementara Pulih Bersama merupakan ajakan bagi seluruh elemen untuk bergandengan tangan mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur pascabanjir,” kata Fakhri.

Dikatakan Fakri, Rangkaian kegiatan diawali dengan Festival Lomba Islami pada 10–12 Juni yang melibatkan pelajar, santri dan masyarakat umum.

“Berbagai cabang lomba seperti hafalan Al-Qur’an, tartil, kaligrafi, pidato bahasa Arab, azan hingga cerdas cermat Islami menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial yang semakin kompleks,” jelasnya.

Dijelaskan Fakhri, Substansi peringatan tahun ini tidak hanya berhenti pada aspek keagamaan. Pemerintah juga menghadirkan Pameran UMKM dan Kerajinan Kreatif pada 13–14 Juni sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat sektor usaha mikro, kecil dan menengah merupakan salah satu penopang utama ekonomi rakyat.

Banyak pelaku UMKM di Pidie Jaya masih berupaya bangkit setelah terdampak banjir yang merusak tempat usaha, mengganggu distribusi, serta menurunkan daya beli masyarakat.

Di sektor sosial, panitia menggelar donor darah dan jalan sehat yang membuka ruang partisipasi masyarakat secara luas.

“Salah satu agenda yang diprediksi menjadi pusat perhatian publik adalah Pawai Mobil Hias pada 15 Juni. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan tersebut juga menjadi media promosi pembangunan daerah, kreativitas masyarakat, serta ekspresi budaya lokal yang selama ini menjadi identitas Pidie Jaya,” Jelas Fakhri

Meski demikian, kemeriahan perayaan tidak dapat menutupi sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat. Hingga kini, dampak banjir masih terasa di berbagai sektor.

Sejumlah infrastruktur belum sepenuhnya pulih, lahan pertanian masih membutuhkan penanganan serius, sementara krisis air bersih masih menjadi keluhan warga di beberapa gampong, termasuk di wilayah terdampak paling parah.

Karena itu, tema “Pulih Bersama” akan diuji melalui langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Publik berharap momentum HUT tidak hanya menghasilkan euforia sesaat, tetapi juga melahirkan kebijakan yang lebih terukur dan berpihak pada percepatan pemulihan daerah.

Pada usia ke-19 tahun, Pidie Jaya berada pada fase penting. Daerah ini tidak hanya dituntut menjaga identitas keislaman dan budaya yang menjadi fondasi sosial masyarakat, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke tingkat gampong.

Puncak peringatan HUT akan ditutup dengan Zikir Akbar dan Tausiyah pada 16 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kekuatan spiritual, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama.

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun daerah, HUT ke-19 Pidie Jaya merupakan momentum evaluasi dan refleksi.

Sebab keberhasilan sebuah daerah tidak ditentukan oleh meriahnya panggung perayaan, melainkan oleh kemampuannya menjawab persoalan rakyat dan menghadirkan perubahan yang nyata dalam kehidupan masyarakat.[Mul]

Previous Post

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Next Post

Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

Next Post
Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tanam Perdana MTG di Tangan-tangan, Dr. Safaruddin; Abdya Terbanyak Mendapatkan Bantuan Alsintan

Tanam Perdana MTG di Tangan-tangan, Dr. Safaruddin; Abdya Terbanyak Mendapatkan Bantuan Alsintan

08/06/2026
Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

Sambut HUT ke-19, Pidie Jaya Perkuat Syiar Islam Lewat Festival Islami dan Momentum Tahun Baru Hijriah

08/06/2026
HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

08/06/2026
Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

08/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Januari hingga 6 Juni 2026, Aceh Alami Kerugian Rp34,7 Miliar Akibat Karhutla

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Modern Al Zahrah Tingkatkan Kompetensi Guru Asuh melalui Program Penguatan Tahsin

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com