Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

redaksi by redaksi
08/06/2026
in Opini
0
Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Oleh. Rusman

Hari itu, sekelompok anak-anak Desa Suak Nibong terlihat sedang mengerumuni sosok seorang pemimpin yang berkarakter dan visioner, muda bersahaja.

Saat itu pejabat daerah Kabupaten Aceh Barat Daya sedang melaksanakan agenda kedaerahan untuk mendukung penuh program ketahanan pangan.

Di persimpangan jalan Lhung Naga Ilee atau sejumlah warga setempat juga sering menamai jalan Lhung Padee Dara tepatnya di Desa Suak Nibong, Bupati Abdya dan juga sejumlah pejabat daerah sedang menghadiri kegiatan Tanam Perdana Musim Tanam Gadu (TP-MTG) tahun 2026.

Anak-anak yang mengenakan seragam merah putih itu terlihat girang gembira saat mendekati sosok lelaki berkulit eksotis yang mengenakan pakaian krem (khaki), menempel lencana Burung Garuda di dada sebelah kanan disela-sela kegiatan secara simbolis menanam padi perdana.

Pria muda itu adalah seorang Bupati Aceh Barat Daya yang bernama lengkap title Dr. Safaruddin, S. Sos MSP atau yang akrab disapa Dhien Kalon.

Tulisan Ini bukan hanya saja tentang bupati viral dan tener itu, namun jauh lebih penting terhadap rasa riang dan gembira sekelompok anak-anak SDN 3 Tangan-tangan yang menggambarkan psikologis positif fondasi penting untuk tumbuh kembang yang optimal, sejatinya anak yang ceria secara emosional lebih mampu beradaptasi, mengendalikan stres dan tumbuh menjadi individu yang percaya diri saat dewasa.

Disini sejenak kita selaku orang dewasa kembali mengenang masa-masa kecil sekaligus me-restart mekanisme koping alami yang sehat. Saat penat dengan rutinitas, bernostalgia membawa kenyamanan emosional. Ingatan ini membangkitkan rasa aman, kebebasan dan kepolosan. Ini adalah cara pikiran bawah sadar kita untuk beristirahat sejenak dari tekanan hidup.

Waktu kecil, cita-cita kita biasanya adalah profesi yang terlihat keren atau menyenangkan. Entah itu menjadi dokter, astronaut, pilot atau profesi populer lainnya seperti Bupati, Gubernur hingga Presiden. Demikian lah juga anak-anak Desa Suak Nibong itu saat ini, sebagian mereka pasti bercita-cita menjadi Bupati.

Dari sekelompok anak-anak tersebut terlihat secara psikologis ada yang ingin jadi pemimpin, salah seorang mengarahkan atau mengajak bupati untuk berphoto. Ada juga yang malu-malu tapi berani meminta materi seperti minta jajan pada bupati. Berani mencoba hal baru dan melihat kesalahan sebagai proses belajar memiliki mental yang tangguh tanpa takut gagal terlihat di gerak gerik mereka.

Anak desa itu lahir di antara sawah, hutan, dan laut. Mainnya becek, sekolahnya jalan kaki, tapi mimpinya nggak pernah pendek.

Banyak yang bilang “ngapain anak desa mimpi jadi Bupati?”. Padahal justru karena dia anak desa, dia paling paham. Dia tau rasanya nunggu mobil desa lewat jalan rusak. Dia tau capeknya orang tua jual hasil panen tapi harga jatuh. Dia tau sedihnya lihat teman berhenti sekolah karena biaya.

Kursi Bupati bukan kursi kerajaan, kursi itu amanah. Dan amanah paling pas dipegang orang yang dari kecil udah kenal getirnya hidup rakyat kecil.

Anak desa bercita-cita jadi Bupati itu bukan sombong. Itu bukti kalau demokrasi jalan. Siapa pun, dari mana pun, punya hak yang sama buat ngabdi. Yang bikin beda bukan asal-usulnya, tapi niatnya. Mau kerja buat rakyat, atau cuma buat kuasa?

Kalau dia duduk nanti, dia nggak akan lupa. Karena dia besar dari tanah itu. Dia main layangan di lapangan itu. Dia ngantri air di sumur itu. Jadi kebijakannya pasti berangkat dari rasa, bukan dari laporan.

Desa itu bukan batas. Desa itu pijakan. Dari sinilah pemimpin-pemimpin yang ngerti rakyat bisa lahir.

Previous Post

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

08/06/2026
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com