Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Joe Samalanga by Joe Samalanga
08/06/2026
in Lintas Timur
0
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

LHOKSEUMAWE – Rapai Uroh merupakan salah satu warisan budaya Aceh yang memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam tradisi uroeh atau pertandingan antarkelompok yang mengedepankan adu ritme, karakter bunyi, dan kemampuan menciptakan harmoni dari berbagai pola pukulan yang berbeda.

Hal tersebut disampaikan Saiful Bahri atau yang akrab disapa Syeh Do, pimpinan Klop Rapai Uroh Sanggar Geunta Alam, Paloh Pineung, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Menurut Syeh Do, banyak orang memahami harmoni sebagai keselarasan bunyi yang seragam. Namun dalam Rapai Uroh, harmoni justru lahir dari pertemuan berbagai ritme yang dimainkan secara bersamaan oleh dua kelompok yang sedang bertanding.

“Dalam Rapai Uroh, yang diadu bukan sekadar kerasnya suara atau cepatnya pukulan. Yang diadu adalah kemampuan menghadirkan ritme dan karakter permainan hingga menghasilkan harmoni yang dapat dinikmati oleh para ceh dan penonton,” ujarnya.

Ia menjelaskan, istilah uroeh sendiri bermakna pertandingan atau adu keterampilan. Dalam tradisi tersebut, dua kelompok rapai saling berhadapan memainkan motif pukulan dan lagu yang berbeda. Meski terdengar rumit bagi orang awam, para pemain dan penikmat Rapai Uroh mampu menangkap harmoni yang tercipta dari pertemuan berbagai ritme tersebut. Tradisi pertandingan ini memang menjadi ciri khas Rapai Uroh yang berkembang di pesisir timur Aceh.

Syeh Do menambahkan, kemampuan memahami karakter bunyi menjadi salah satu keahlian penting para ceh atau juri dalam pertandingan Rapai Uroh. Bahkan, seorang ceh yang berpengalaman mampu mengenali identitas sebuah kelompok hanya dari suara rapai yang dimainkan.
“Setiap kelompok memiliki karakter permainan sendiri. Dari suara rapainya saja, para ceh biasanya sudah tahu kelompok mana yang sedang bermain,” katanya.

Sebagai pimpinan Sanggar Geunta Alam, Syeh Do melihat regenerasi pemain Rapai Uroh masih terus berlangsung. Anak-anak dan remaja di Lhokseumawe masih menunjukkan minat untuk mempelajari seni tradisi tersebut melalui sanggar dan kelompok-kelompok rapai yang aktif melakukan pembinaan.

Menurutnya, keberadaan puluhan kelompok rapai di wilayah Lhokseumawe menjadi bukti bahwa Rapai Uroh masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan posisi Rapai Uroh yang telah lama dikenal sebagai salah satu ikon seni budaya Kota Lhokseumawe dan warisan budaya penting masyarakat Pasee.[]

Previous Post

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026
Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

Ohku, 7 SPPG di Banda Aceh Setop Operasional MBG karena Dana Belum Cair

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com