Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Banda Aceh Kekurangan Air Baku Akibat Musim Kemarau

Admin1 by Admin1
25/07/2023
in Nanggroe
0
Banda Aceh Kekurangan Air Baku Akibat Musim Kemarau

Direktur Perumdam Tirta Daroy Novizal Aiyub bersama staf sedang melihat kondisi air baku di sungai Krueng Aceh, di Aceh Besar, Senin (24/7/2023) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Banda Aceh – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Daroy Banda Aceh menyatakan bahwa saat ini pihaknya mulai kekurangan air baku untuk mengolah air bersih akibat musim kemarau.

“Kita saat ini sudah mulai kekurangan air baku untuk diolah, karena memang kondisi perubahan iklim,” kata Direktur Perumdam Tirta Daroy Banda Aceh Novizal Aiyub di Banda Aceh, Senin.

Air baku yang menjadi sumber utama pengolahan air bersih untuk Banda Aceh itu berasal dari Krueng (sungai) Aceh, tetapi debit air sungai tersebut semakin hari terus berkurang, terutama saat musim kemarau.

Aiyub menyebutkan tingkat produksi air bersih oleh Perumdam Tirta Daroy seharusnya berada di angka rata-rata 700 sampai 800 liter per detik jika kondisi air bakunya banyak.

Namun, dalam kurun waktu sejak Juni produksi mulai berkurang hingga sampai 60 persen dari normalnya atau hanya mampu mengolah sekitar 480 sampai 500 liter per detik.

“Kondisi ini kita perkirakan bisa sampai berbulan-bulan, mungkin sampai September 2023 nanti,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, produksi air masih bisa normal mencapai 700 liter per detik ketika sedang naik pasang air laut. Tetapi saat turun pasang sejak sore hingga pagi besoknya, maka produksi hanya bisa mencapai 500 liter per detik.

“Mulai dari selesai magrib sampai pagi itu produksi air bersih bisa turun sampai 50 persen, sehingga berdampak pada kekurangan air untuk Banda Aceh,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, kata Aiyub, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan, pertama memperbaiki bendungan karet yang sudah rusak dan tidak berfungsi lagi, atau membuatnya ulang.

Karena, jika bendungan karet berfungsi maka ia dapat menahan air sungai langsung turun ke laut, sehingga saat musim kemarau tiba, air bakunya tetap tersedia, dan masyarakat tidak kekurangan air bersih.

“Kita berharap dukungan semua pihak terutama Balai Wilayah Sungai atau PUPR dapat memperbaiki atau membangun kembali bendungan karet tersebut,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Aiyub, solusi untuk masyarakat agar tidak kekurangan air bersih adalah dengan membuat tempat penampungan di rumah sendiri. Sehingga ketika terjadi kondisi serupa masih memiliki air bersih cadangan yang dapat digunakan.

“Karena satu-satunya air baku kita hanya dari Krueng Aceh. Maka solusi jangka pendek adalah membangun bendungan karet itu, dan masyarakat lebih hemat menggunakan air,” demikian Novizal Aiyub.

Sumber: antara

Previous Post

Amiruddin: Pemko Banda Aceh Komit Sukseskan Pemilu 2024

Next Post

Karo Adpemb Minta ASN Pacu Realisasi APBA 2023

Next Post
Karo Adpemb Minta ASN Pacu Realisasi APBA 2023

Karo Adpemb Minta ASN Pacu Realisasi APBA 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

Hardiknas dan HUT ke-19 Pidie Jaya, 600 Pelajar dari Wilayah Terdampak Bencana Ikuti Dialog Interaktif

11/06/2026
Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

Pijay dari Masa ke Masa: Antara Harapan dan Kenyataan

11/06/2026
Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

Buku Muhammadiyah Abdya Diterbitkan, Dr. Safaruddin: Jadi Referensi Generasi Penerus

11/06/2026
Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

Pemkab Abdya Percantik Wajah Kota dan Dongkrak PAD Lewat Videotron

11/06/2026
Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

Lepas Kontingen Seleksi Pra-POPNAS Ke Aceh Barat, Jhon Rolexs: Jadilah Kebanggaan Daerah

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com