Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Jepang Krisis Penduduk, Malah ‘Kebanjiran’ Warga Asing

Atjeh Watch by Atjeh Watch
27/07/2023
in Internasional
0
Jepang Krisis Penduduk, Malah ‘Kebanjiran’ Warga Asing

Jumlah warga asing di Jepang belakangan meroket, sementara Negeri Sakura sendiri sedang mengalami krisis populasi. (AFP/Fred Mery)

Jakarta – Jumlah warga asing di Jepang belakangan meroket, sementara Negeri Sakura sendiri sedang mengalami krisis jumlah penduduk lokal.

Data Kementerian Dalam Negeri Jepang menunjukkan kenaikan jumlah warga negara asing (WNA) tertinggi sejak 2013.

Menurut data itu, penduduk asing di Jepang mencapai 2.993.839 orang, meningkat 10,7 persen dibanding tahun lalu.

Diberitakan Channel NewsAsia, jumlah penduduk yang paling tinggi tercatat berada di Tokyo dengan total 581.112 atau 4,2 persen dari populasi ibu kota Jepang tersebut.

Sebelum pandemi Covid-19 merebak, tepatnya per 1 Januari 2020, Jepang mencatat 2,87 juta WNA tinggal di negara itu.

Jepang sebetulnya punya aturan imigrasi yang cukup ketat. Namun beberapa tahun terakhir, Tokyo mulai melonggarkan batasan secara bertahap demi mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja.

Peningkatan WNA ini sendiri terjadi di tengah krisis jumlah penduduk Negeri Sakura yang mencapai rekor terendah pada 2022.

Menurut data pemerintah Jepang per Rabu (26/7), jumlah populasi terus turun selama 14 tahun berturut-turut.

Kemendagri mencatat bahwa pada 2022, jumlah penduduk keseluruhan di Jepang tercatat di angka 122.423.038 jiwa, berkurang 800.523 orang atau 0,65 persen dari tahun sebelumnya.

Lebih jauh, ini merupakan pertama kalinya jumlah populasi turun di seluruh 47 prefektur Jepang. Kemendagri menyatakan secara keseluruhan, ini adalah penurunan penduduk paling tajam sejak 1968.

“Penurunan jumlah anak dan populasi adalah masalah penting yang melibatkan masalah sosial, ekonomi, dan kesejahteraan sosial Jepang,” kata juru bicara pemerintah, Hirokazu Matsuno, seperti dikutip AFP.

Penurunan populasi ini pun menjadi momok khusus bagi pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida.

Bulan lalu, Kishida meluncurkan program dengan anggaran USD25 miliar atau setara Rp375 triliun untuk mendukung kaum muda dan keluarga meningkatkan angka kelahiran.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Makin Banyak Tentara Cadangan Mogok, Militer Israel Terancam ‘Ambruk’

Next Post

Waduh, KPK Tetapkan Kepala Basarnas Henri Alfiandi Jadi Tersangka

Next Post
Waduh, KPK Tetapkan Kepala Basarnas Henri Alfiandi Jadi Tersangka

Waduh, KPK Tetapkan Kepala Basarnas Henri Alfiandi Jadi Tersangka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Adi Samridha: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Samadua Tolak Tambang

Adi Samridha: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Samadua Tolak Tambang

17/08/2026
Dr. Safaruddin Pimpin Langsung Upacara Bendera HUT RI ke-81 di Abdya

Dr. Safaruddin Pimpin Langsung Upacara Bendera HUT RI ke-81 di Abdya

17/08/2026
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

17/08/2026
Bantah Klaim Trump, Iran Pamer Masih Punya 75% Stok Rudal & Drone

Bantah Klaim Trump, Iran Pamer Masih Punya 75% Stok Rudal & Drone

17/08/2026
Ini Negara yang Pernah Menggugat Bendera ‘Merah Putih’ RI

Ini Negara yang Pernah Menggugat Bendera ‘Merah Putih’ RI

17/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Jepang Krisis Penduduk, Malah ‘Kebanjiran’ Warga Asing

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com