Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

redaksi by redaksi
16/08/2026
in Kampus
0
Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Banda Aceh — Forum Bangun Aceh (FBA) berkolaborasi dengan 10 mahasiswa magang UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar workshop bertajuk “Inclusive Campus for Everyone: Membangun Kesadaran, Menghapus Stigma, dan Mewujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas” di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta dari berbagai program studi di UIN Ar-Raniry tersebut menjadi ruang edukasi dan dialog untuk meningkatkan pemahaman serta kepekaan mahasiswa terhadap isu disabilitas, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih inklusif dan setara bagi seluruh mahasiswa.

Workshop ini dipelopori oleh 10 mahasiswa magang Forum Bangun Aceh yang berasal dari tiga program studi di UIN Ar-Raniry, yaitu Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Sosiologi Agama, dan Kesejahteraan Sosial. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif mahasiswa magang dalam merespons isu disabilitas yang dinilai masih memerlukan penguatan pemahaman dan kesadaran di lingkungan kampus.

Kurangnya pemahaman mengenai ragam disabilitas, kebutuhan aksesibilitas, serta cara berinteraksi yang tepat menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif. Karena itu, workshop ini dirancang tidak hanya sebagai ruang penyampaian informasi, tetapi juga sebagai wadah bagi peserta untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memahami isu disabilitas melalui pengalaman langsung.

Ketua panitia, Iqbal, mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.

“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekadar acara seremonial maupun formalitas semata, tetapi menjadi ruang untuk kita dapat belajar, melalui bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman.”

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Musdawati, S.Ag., M.A., Ketua Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry. Ia mengapresiasi Forum Bangun Aceh yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan workshop serta mahasiswa magang yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut di tengah kesibukan menjalani proses magang.

Workshop tersebut turut menghadirkan Nurul Asyura, Koordinator Program Forum Bangun Aceh, sebagai salah satu pemateri. Selain itu, Muhajir, aktivis penyandang disabilitas di Aceh, juga hadir sebagai pemateri dengan membagikan perspektif mengenai pengalaman dan posisi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial.

Dalam penyampaiannya, Muhajir menekankan pentingnya melihat penyandang disabilitas bukan sekadar sebagai kelompok yang perlu dikasihani atau diberi label khusus, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk terlibat dan berpartisipasi secara setara.

“Terima kasih sudah mengatakan disabilitas itu istimewa, tapi maaf, kami tidak suka dikatakan istimewa. Tapi dengan melibatkan kami dalam berbagai acara dan kegiatan, sudah lebih besar nilainya daripada sekadar istimewa.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam workshop, bahwa upaya membangun lingkungan inklusif tidak cukup hanya melalui pemberian label positif, tetapi perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata penyandang disabilitas dalam berbagai ruang dan aktivitas sosial, termasuk di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Marini Kristina Situmeang, M.Sos., M.A., Sekretaris Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry, turut menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa magang yang telah menjadi pelopor dan penggerak kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan workshop tersebut sejalan dengan upaya kampus dalam membangun lingkungan dan infrastruktur yang semakin responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Ia juga mengapresiasi Forum Bangun Aceh yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan hingga selesai.

Workshop berlangsung dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari safety briefing, pre-test, penyampaian materi, focus group discussion (FGD), hingga role play. Rangkaian tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga dapat berdiskusi dan memahami isu disabilitas melalui simulasi serta pengalaman interaktif.

Forum Bangun Aceh sendiri merupakan lembaga nonpemerintah yang bergerak dalam berbagai isu sosial di Aceh, termasuk pemberdayaan livelihood/penghidupan, pemberdayaan kelompok swadaya masyarakat, serta advokasi masyarakat yang bersifat inklusif, termasuk dalam isu disabilitas.

Melalui workshop tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai isu disabilitas, tetapi juga mampu membangun pola interaksi yang lebih setara, menghargai keberagaman, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif bagi seluruh mahasiswa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa magang UIN Ar-Raniry bersama Forum Bangun Aceh dalam mendorong terwujudnya ruang pendidikan yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, dihargai, dan dilibatkan.

 

Previous Post

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Next Post

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Next Post
Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

RSUD Zubir Mahmud Targetkan Pasien Aceh Timur Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

RSUD Zubir Mahmud Targetkan Pasien Aceh Timur Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

12/09/2026
Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh

Kementerian Ekraf Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh

12/09/2026
Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 Triliun

Satgas PRR Dorong Pemda Aceh Percepat Realisasi Tambahan TKD Rp 1,65 Triliun

12/09/2026
Lima SPPG di Aceh Jaya Belum Kantongi Sertifikat Sanitasi

Lima SPPG di Aceh Jaya Belum Kantongi Sertifikat Sanitasi

12/09/2026
Satgas PRR Sebut Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

Satgas PRR Sebut Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

12/09/2026

Terpopuler

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

16/08/2026

Ini Nama Nama Lengkap Pejabat UIN Ar-Raniry yang Baru Dilantik

Demam Foto Jadul AI Melanda Jagat Maya, Termasuk Abdya

Kwarcab Abdya Peringati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Usung Tema Swasembada Pangan

Bupati Aceh Jaya Rotasi Empat JPT Pratama, Dorong Birokrasi Lebih Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com