Meulaboh – Masyarakat dan Mahasiswa Labuhanhaji Raya Aceh Barat yang tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Perantauan Labuhanhaji Raya Aceh Barat dan Himpunan Mahasiswa Labuhanhaji Raya di Aceh Barat memberikan penghargaan kepada Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara Abuya Syekh H. Amran Waly Al-khalidy sebagai Ulama Pemersatu Umat.
Penghargaan tersebut diberikan pada malam puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 11445 H dan santunan anak yatim serta Zikir Ratep Siribe yang berlangsung di Komplek Terminal Meulaboh, Minggu (22/10/2023) malam.
Ormas Perhimpunan Masyarakat Perantauan Labuhanhaji Raya Aceh Barat yang berpusat di Meulaboh, diketahui sudah memiliki izin dari Kementriaan Hukum dan Ham Ri melalui Dirjen AHU.
Plakat penghargaan diserahkan oleh Penasehat Organisasi, Ir. H.T Bukhari Bahrum yang juga mantan Kepala PLN Meulaboh dan diterima langsung oleh Abuya Syekh H Amran Waly Al Khalidi.
Abuya Syekh H Amran Waly Al Khalidi dalam tausiah beliau mengatakan agar kita tidak meningalkan shalat lima waktu dan juga kita tidak hanya sekadar bisa bersyariat saja, akan tetapi kita juga harus berhakikat agar bisa berramal dengan sempurna dan bergaul dengan baik.
Abi Sahal Tastary Waly yang mewakili dari Keluarga dan Juga MPTT-I selepas acara zikir ratep siribe, mengatakan Abuya Syekh Amran Waly mengucapkan terimakasih atas penghargaan ini.
“Dan kami juga mengucapkan terimakasih kepada Organisasi HIMPALA yang telah memberikan penghargaan tersebut kepada Abuya,” lanjut Abi Sahal.
“Semoga ajaran Tauhid Sufi yang didakwahkan Abuya ini dapat terus berkembang dan akan banyak masyarakat bergabung dan cinta akan ajaran ini, sehingga sifat-sifat yang jelek dalam hati kita akan hilang sendirinya dengan kita mengamalkan ajaran tauhid sufi ini,” harap Abi Sahal Ketua Umum MPPT Indonesia.
Ketua Perhimpunan Masyarakat Labuhahaji Raya, Safriadi, mengungkapkan bahwa pemberian penghargaan kepada Abuya Syekh H. Amran Waly Al Khalidi sebagai Ulama Pemersatu Ummat itu memang sangat layak dan pantas.
“Hal itu dikarenakan perjuangan Abuya selama puluhan tahun ini dalam mendakwahkan ajaran Tauhid Tasawuf ini telah banyak diterima oleh Masyarakat,” terangnya.
“Bahkan banyak dari Masyarakat yang dulunya hidup dalam kemaksiatan, setelah bergabung dengan MPTT-I banyak yang telah bertaubat dan telah menajalan agama dengan baik,” ujarnya lagi.
“Bukan hanya itu saja, kami menilai Abuya begitu luar biasa dalam berdakwah dan mengangkat kembali ajaran Tasawuf Sufi.”
“Di usia beliau yang sudah memasuki 76 tahun, Abuya tidak henti-henti melakukan dakwah, baik diwaktu pagi, siang dan malam, hanya sedikit waktu yang digunakan Abuya untuk istirahat padahal usia Abuya sudah lebih 76 tahun,” papar Sapriadi.
Masih menurut Sapriadi, sebagai masyarakat Labuhanhaji Raya dan Aceh pada umumnya, kita patut berbangga kepada Abuya Syekh Amran Waly Al Khalidi. Sebab di zaman modern ini, Abuya adalah salah satu ulama tasawuf (sufi) besar yang dimiliki oleh umat Islam Aceh. Beliau adalah sedikit dari ulama sufi yang memiliki pengetahuan yang begitu luas dan mendalam di bidang tasawuf. “Maka alahkah ruginya jika kita tidak menjadi murid beliau,” jelasnya.
Lebih lanjut Safriadi mengatakan, pada zaman modern seperti ini, sangat sulit mencari sosok atau figure seperti Abuya, beliau ulama yang begitu rendah hati, wara’ihtiyat, lemah lembut, dan penuh kasih sayang kepada umat, Abuya juga mengayomi semua umat.
“Bukankah ini adalah tanda rahmatan lil al- ‘Alamin ? Karena sifat-sifat yang demikian baiknya adav pada diri Abuya Amran Waly, hingga mencapai maqam sufi (tasawuf) yang demikian tinggi ?” ungkapnya.
Sapriadi juga meyakini bahwa pada Abuya telah tersingkap (mukhasafah) ilmu makrifat.
“Termasuk ilmu yang diajarkan oleh Al- Jilli,” ucapnya penuh keyakinan, mengutip tulisan dari Prof Dr Rubaidi, di beberapa media.
Masih dikesempatan tang sama, Ketua Himpunan Mahasiswa Labuhanhaji Raya (HIMALARA) Mujadidul Watan juga menyampaikan hal senada, yang mana penyerahkan penghargaan kepada Abuya Syekh Amran Waly dipandang sangat tepat dan layak.
“Pemberian penghargaan kepada Abuya Amran Waly sebagai Ulama Pemersatu Umat merupakan hal yang sangat tepat dan layak,” kata Mujadid.
“Abuya merupakan Ulama Pemersatu Ummat terbaik yang ada saat ini,” ujarnya.
“Dalam pengembangan ajaran Tauhid Tasawuf Abuya tidak hanya memiliki jamaah di dalam negeri, akan tetapi juga hingga ke luar negeri,” tutup Mujadid.
Untuk diketahui, selain kepada Abuya, Masyarakat dan Mahasiswa Labuhahaji Raya juga memberikan pengahargaan kepada kepada Pj. Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi sebagai Bupati Peduli Ormas dan juga kepada tokoh Aceh Barat, Amiruddin S.T, S.H, sebagai Bapak Petani Aceh Barat. (FJ).











