Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Jumlah Imigran Rohingya di Aceh Capai 1.684 Orang

Admin1 by Admin1
13/12/2023
in Nanggroe
0
184 Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Kuala Matang Peulawi

Rohingya di Kompleks Masjid Raudahatul Jannah di Matang Peulawi, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur, Senin (27/3/2023). ANTARA/Hayaturrahmah

Banda Aceh – Setidaknya sudah ada sembilan gelombang kedatangan pengungsi imigran Rohingya yang mendarat menggunakan kapal di pesisir Aceh sejak November lalu.

Masing-masing kapal membawa seratusan lebih orang, sehingga berdasarkan data Satgas Provinsi Aceh saat ini total ada sekitar 1.684 pengungsi imigran Rohingya yang datang dalam sebulan lebih terakhir.

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki mengatakan pengungsi imigran Rohingya itu tersebar di 8 titik lokasi penampungan.

Beberapa di antaranya di lokasi penampungan sementara di sejumlah daerah di Aceh. Beberapa di antaranya adalah di Pidie tiga titik, Sabang satu titik, dan di gedung bekas kantor imigrasi Lhokseumawe.

Selain itu, gelombang terakhir Rohingya berjumlah 135 orang yang masih ada di Banda Aceh, karena belum ada lokasi penampungan setelah ditolak di mana-mana.

Marzuki pun buka suara terkait penolakan yang dilakukan warga Aceh terkait kehadiran pengungsi Rohingya di Tanah Rencong. Ia menilai penolakan itu wajar saja terjadi.

Achmad Marzuki mengatakan situasi masyarakat yang semakin bergejolak untuk mengusir pengungsi Rohingya dari Aceh itu akan segera dicarikan solusi, termasuk satu tempat untuk penampungan sementara.

“Memang tidak ada satu areal yang di khususkan bagi pengungsi Rohingya apalagi kalau sudah jumlahnya ribuan dan harus memenuhi kebutuhan dasar mereka itu agak sulit. Mungkin itu alasan masyarakat menolak seperti itu,” kata Achmad Marzuki kepada wartawan, Senin (11/12).

Pihaknya juga memahami maksud warga yang menolak pengungsi Rohingya untuk ditempatkan di wilayah mereka dalam jumlah besar, apalagi itu memerlukan akses dan fasilitas pendukung lainnya.

“Jadi kita sangat paham itu, kemudian tugas kita bagaimana membuat segera lokasi baru biar mereka (pengungsi Rohingya) berkumpul untuk dilanjutkan dengan kegiatan selanjutnya,” katanya.

Perpres 125/2016

Menurutnya ada kewajiban yang sudah diatur dalam Perpres nomor 125 tahun 2016 bahwa pemerintah daerah harus menyiapkan penampungan-penampungan terhadap pengungsi itu.

“Itu kewajiban kita. Intinya kemanusiaan yang di nomor satukan, namun jangan jadi persoalan,” katanya.

Diketahui, penolakan itu hampir terjadi di semua lokasi titik pendaratan para pengungsi Rohingya di Aceh. Mulai dari Bireuen, Aceh Utara, Sabang dan Aceh Besar.

Terakhir, 135 pengungsi Rohingya yang mendarat di Aceh Besar tiga kali ditolak oleh warga saat ditempatkan di berbagai lokasi, seperti di Kawasan Lamreh, kamp bumi perkemahan pramuka hingga di Ladong. Semua warga sekitar menolak untuk ditempatkan di sana.

Terakhir Pemerintah Aceh menempatkan pengungsi Rohingya itu di Gedung Balee Meuseuraya Aceh (BMA) untuk sementara waktu yang lokasinya persis di depan Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Bea Cukai Tindak Jutaan Batang Rokok Ilegal di Perairan Aceh

Next Post

Nyan, Tim UNHCR Diusir Warga Tamiang saat Cek Lokasi Penampungan Rohingya

Next Post
Lagi, 200 Rohingya Kembali Mendarat di Ujong Kareung Sabang

Nyan, Tim UNHCR Diusir Warga Tamiang saat Cek Lokasi Penampungan Rohingya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

PC PGRI Labuhanhaji Timur dan Labuhanhaji Gelar Konferensi, Berikut Pengurus Terpilih

09/09/2026
Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

Peta Baru Benua Afrika yang Lebih Akurat Disahkan PBB, AS Menolak

09/09/2026
Moskow Gempur Kyiv, Zelensky Beber Negosiasi Rusia-Ukraina Bisa Lanjut

Moskow Gempur Kyiv, Zelensky Beber Negosiasi Rusia-Ukraina Bisa Lanjut

09/09/2026
Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

08/09/2026
Ohku, Pengangguran Terus Bertambah Sejak Mualem-Dekfadh Pimpin Aceh

Ohku, Pengangguran Terus Bertambah Sejak Mualem-Dekfadh Pimpin Aceh

08/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Jumlah Imigran Rohingya di Aceh Capai 1.684 Orang

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Munawar Ibrahim Pimpin ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin: Bukan Underbow Pemerintah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com