Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

DPR Minta Pemerintah Bersikap Rasional dalam Naikkan Iuran BPJS

Saiful Haris Arahas by Saiful Haris Arahas
02/09/2019
in Nasional
0

JAKARTA – Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sarmuji meminta pemerintah, khususnya penyelenggara BPJS Kesehatan, bersikap rasional dalam menaikan iuran BPJS Kesehatan.

DPR meminta kenaikan iuran tidak membebani masyarakat.

“Kita sadar bahwa sebenarnya iuran BPJS dibanding universal coverages-nya memang kurang memadai, tetapi yang mana yang ditanggung pemerintah, mana yang ditanggung peserta tetap saja bisa dibedakan,” ujar Sarmuji saat di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Sarmuji menyarankan, kenaikan iuran disesuaikan dengan upaya pemerintah dalam menambal kebocoran anggaran BPJS Kesehatan.

Menurut Anggota DPR dari Fraksi Golkar ini, pemerintah perlu menelusuri penyebab dari defisitnya BPJS sebelum menaikkan iuran. Setelah penyebab diketahui, pemerintah mencari solusi di luar menaikkan iuran tanpa harus menaikan iuran apalagi kenaikan hingga dua kali lipat.

“Iya dihitung dulu penyebannya dicari dulu, dicarikan solusi penyebabnya dulu jangan buru-buru naik,” ucap Sarmuji.

Akan tetapi, Sarmuji belum mengetahui nilai perhitungan untuk kenaikan anggaran BPJS Kesehatan agar tidak membebani masyarakat. Ia meminta, peserta BPJS menunggu penjelasan dari pemerintah terlebih dahulu terkait apa yang menyebabkan defisit anggaran sehingga iuran BPJS Kesehatan naik.

“Kami belum bisa memberikan justifikasi berapanya [Kenaikan iuran]. Kita dengar pemerintah dulu berapa yang sebenarnya masalah yang disebabkan oleh kurangnya iuran, kan masalahnya banyak,” tuturnya.

Sarmuji menduga, permasalahan kenaikan iuran BPJS akibat tidak bisa dilepaskan dari kesalahan manajemen BPJS Kesehatan dalam mengelola binsis. Akan tetapi, ia juga melihat ada masalah yang belum diselesaikan BPJS Kesehatan dari sisi pengguna jasa seperti tidak membayar iuran BPJS Kesehatan.

“Seperti yang saya sampaikan, masalahnya kecurangan, ada peserta yang tidak mengiur [Membayar iuran] atau mengiur waktu sakit saja, itu diselesaikan dulu,” terangnya.

Politikus Partai Golkar itu menerangkan, selama ini pemerintah telah memberikan bantuan yang cukup besar terdapat peserta BPJS Kesehatan hingga triliunan rupiah pertahunnya.

“Jangan sampai orang yang tidak berhak menerima bantuan iuran, misalnya, itu tetap menerima bantuan iuran sementara ada lobang yang cukup besar untuk diatasi BPJS,” tuturnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan dalam rapat gabungan Komisi IX dan XI Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks Parlemen.

Alasannya, jika iuran tidak dinaikkan, defisit BPJS Kesehatan berpotensi membengkak dari perkiraan awal Rp 28,35 triliun menjadi Rp 32,84 triliun tahun ini.

Kementerian Keuangan mengusulkan iuran peserta mandiri kelas satu BPJS Kesehatan naik dua kali lipat dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu. Sedangkan peserta mandiri kelas II naik menjadi Rp 110 ribu dari sebelumnya Rp 51 ribu. Adapun untuk kelas III naik menjadi Rp 42 ribu dari sebelumnya Rp 23 ribu. []

Sumber: Tirto.id

Tags: bpjs kesehatandpriuran bpjspemerintah
Previous Post

Bupati Aceh Besar: Peringatan Hardikda Bukan Seremonial Saja

Next Post

JK Bandingkan Situasi Aceh dengan Papua, Ini Bedanya

Next Post
Berkunjung ke Aceh, Wapres Didampingi Sofyan Djalil

JK Bandingkan Situasi Aceh dengan Papua, Ini Bedanya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Inflasi Aceh Turun Signifikan, Mualem: Stabilitas Harga Terus Dijaga Jelang Idul Adha

Inflasi Aceh Turun Signifikan, Mualem: Stabilitas Harga Terus Dijaga Jelang Idul Adha

06/05/2026
Sosialisasi MKM FK USK  Digelar di Subulussalam, Sekda Asrul Asan  Soroti Lemahnya Manajemen RSUD

Sosialisasi MKM FK USK Digelar di Subulussalam, Sekda Asrul Asan Soroti Lemahnya Manajemen RSUD

06/05/2026
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

06/05/2026
Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026
Resmi Dibuka, Turnamen Mini Soccer HIMMAPARI CUP 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Pemuda Pante Bidari

Resmi Dibuka, Turnamen Mini Soccer HIMMAPARI CUP 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Pemuda Pante Bidari

06/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

Pesantren Al Zahrah Gelar Kompetisi Bidang Olahraga dan Seni Tingkat SMP Sederajat, Catat Waktunya!

SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

DPR Minta Pemerintah Bersikap Rasional dalam Naikkan Iuran BPJS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com