JAYAWIJAYA – Sebanyak lima warga asal Aceh dilaporkan masih bertahan di Wamena, Provinsi Papua. Sementara sebahagian lainnya sudah berhasil keluar sementara untuk menghindari konflik yang sedang terjadi di sana.
Hal ini disampaikan anggota DPR Aceh, Iskandar Usman Al- Farlaky, kepada atjehwatch.com, Jumat pagi 4 Oktober 2019.
“Semalam saya sudah komunikasi dengan dewan di Wamena dan Dandim di sana. Saya meminta mereka membantu agar warga Aceh disana bisa keluar dari sana sementara waktu dengan selamat,” kata Iskandar.
Menurut informasi yang diperoleh Iskandar, ada 12 warga asal Aceh yang menetap di Wamena. Namun pasca konflik, sebahagian keluar sementara dan kini tinggal 5 orang yang bertahan disana.
Mereka yang bertahan adalah Abdul Muthalib, 28 tahun, asal Matang Gleum, Peureulak, Aceh Timur. Kemudian Marzuki, 38 tahun, asal Matang Gleum, Peureulak, Aceh Timur.
Selanjutnya Rosnawati, 35 tahun, istri dari Marzuki. Kemudian Aiyub, 32 tahun asal Bireuen dan Rudi Sunardi, 29 tahun asal Sawang, Aceh Utara.
“Yang lain ada yang sudah keluar ke Jayapura, Sentani, Makasar, dan Probolinggo. Warga kita sangat trauma di sana. Warga ada ada yang sudah menetap 30, 20, 15, dan 5 tahun disana. Mereka berjualan baik pakaian maupun makanan,” kata Iskandar lagi. []







