PIDIE – Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, mengingatkan bahwa dana Otsus yang diterima Aceh saat ini akan berakhir beberapa tahun lagi. Untuk itu, dirinya meminta Pemkab Pidie untuk segera melakukan penguatan ekonomi masyarakat.
Salah satunya adalah dengan menghidupkan home industri. Tujuannya, ketika kelak Otsus tidak ada lagi, masyarakat Pidie sudah memiliki pondasi ekonomi yang kuat.
Hal ini disampaikan Mahfud dalam pidato perdananya sebagai ketua definitive DPRK Pidie usai sumpah jabat dalam sidang paripurna DPRK setempat, Senin 21 Oktober 2019.
“Apabila hal ini tidak diperhatikan oleh pemerintah Pidie, maka pemerintah akan apoh apah saat Otsus berakhir,” ujarnya.
Sebelumnya, Mahfud juga meminta pemerintah pusat untuk segera merealisasikan setiap butir perjanjian atau MoU Helsinki demi keberlangsungan perdamaian di Aceh.
“Untuk itu, kami mendesak agar pemerintah pusat segera menuntaskan semua butir butir perjanjian MoU Helsinki. Demi keberlanjutan perdamaian Aceh,” ujar Mahfud yang dibarengi dengan tepuk tangan undangan yang hadir.
Antara lain, kata Mahfud, mengalokasikan tanah pertanian yang pantas dan pekerjaan bagi mantan kombatan GAM, mantan Tapol yang memperoleh amnesti, serta rakyat sipil yang mengalami kerugian akibat konflik.
“Sesuai dengan butir 3.2.5 MoU Helsinki,” ujarnya lagi.
“Saya menyampaikan beberapa catatan terkait wujud tanggungjawab kita bersama sebagai unsur pemerintah daerah dari apa yang diamanahkan dalam berbagai regulasi,” ujarnya lagi. []










