Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Plt Gubernur: Masyarakat Aceh Harus Sadar Bencana

Admin1 by Admin1
07/12/2019
in Nanggroe
0

Aceh Besar — Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan pemahaman terhadap bencana sangat penting guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi setiap ancaman bencana alam. Selain itu, banyak hal terkait indikasi akan datangnya bencana juga harus terus digali agar masyarakat lebih paham.

“Ketika bencana datang, seperti ketika Tsunami, banyak masyarakat tidak tahu apa yang sedang terjadi. Orang-orang berlari, tapi ada yang malah berlari ke arah laut,” kata Nova saat memantau persiapan Launching Keluarga Tangguh Bencana (Katana) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, di Pasie Jantang, Lhoong, Aceh Besar, Sabtu (7/12), pagi.

Nova menjelaskan, saat detik-detik menjelang tsunami juga banyak muncul tanda-tanda tak lazim yang perlu digali pemahamannya lebih lanjut. Seperti binatang peliharaan yang disebut memperlihatkan perilaku aneh menjelang tsunami.

“Seperti ada kawanan burung yang terbang bersamaan dalam jumlah besar. Ada juga binatang di kandang yang terus menjerit menjelang tsunami,” ujar Nova.

Untuk itu, Nova sangat mendukung adanya program Katana yang diluncurkan BNPB.

Sementara Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo menjelaskan, Katana merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap penguatan kapasitas keluarga Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana sekaligus mengurangi korban jiwa dari anggota keluarga pada saat terjadi bencana.

BNPB memprioritaskan penerapan pogram Katana di Aceh lantaran Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah rawan bencana. Dalam praktiknya, masyarakat akan diberikan pemahaman terhadap berbagai macam bencana dan cara penanggulangannya.

Letjen Doni Monardo, menjelaskan, ada tiga tahapan dalam Katana, yaitu sadar risiko bencana, penguatan pengetahuan, dan Katana Berdaya yaitu menyasar kemampuan menyelamatkan diri sendiri, keluarga, tetangga, dan orang lain.

“Jadi program katana ini tidak sama di semua daerah, tetapi disesuaikan dengan karakteristik daerah bencana. Ada daerah rawan gempa bumi, ada daerah rawan banjir, gunung berapi, longsor dan lain-lain,” kata Letjen Doni Monardo.

Kunjungi Situs Tsunami Purba “Goa Ek Leuntie”

Usai meninjau kesiapan launching Katana di Pasie Jantang, Nova Iriansyah bersama Letjen Doni Monardo juga mengunjungi Goa Ek Leuntie yang terletak di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar.

Para peneliti menemukan bahwa Goa Ek Luntie meninggalkan jejak tsunami purba yang pernah melanda Aceh tempo dulu. Mereka menemukan tsunami besar pernah menghantam Aceh sebanyak tujuh kali: sekitar tahun 900, 1349, 1450, 1797, 1833, 1907, dan terakhir pada 26 Desember 2004.

Hal itu diketahui dari keberadaan lapisan guano di dalamnya. Hasil penelitian lapisan-lapisan tsunami di Goa Ek Leuntie menyimpulkan bahwa perulangan kejadian tsunami di Aceh terjadi dengan waktu yang tidak beraturan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Sunawardi yang turut hadir pada kunjungan itu mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembebasan lahan warga di sekitar Gua Ek Leuntie untuk menjadikan kawasan itu sebagai geopark tsunami purba. []

Tags: pemerintah aceh
Previous Post

Pemerintah Aceh Sepakati Konektivitas Andaman-Nicobar India

Next Post

Momen Langka, Iran-Amerika Serikat Lakukan Pertukaran Tahanan

Next Post

Momen Langka, Iran-Amerika Serikat Lakukan Pertukaran Tahanan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Spanduk Protes Menjamur di Jantho, YARA Sebut Mosi Tidak Percaya Warga ke Pemkab Aceh Besar

Spanduk Protes Menjamur di Jantho, YARA Sebut Mosi Tidak Percaya Warga ke Pemkab Aceh Besar

07/09/2026
SMAN 1 Julok Miliki 9 Program Unggulan dengan Singkatan Menarik

SMAN 1 Julok Miliki 9 Program Unggulan dengan Singkatan Menarik

07/09/2026
Hadi Karisman Resmi Pimpin BM PAN Abdya: Generasi Muda Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

Hadi Karisman Resmi Pimpin BM PAN Abdya: Generasi Muda Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton

07/09/2026
Tim Siswa SMKN 1 Labuhanhaji Raih Juara Satu di Ajang Turnamen Futsal

Tim Siswa SMKN 1 Labuhanhaji Raih Juara Satu di Ajang Turnamen Futsal

07/09/2026
HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

07/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Plt Gubernur: Masyarakat Aceh Harus Sadar Bencana

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com