Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Gua Ek Lentie Simpan Bukti Tsunami Aceh Tertua 7.400 Tahun Lalu

Admin1 by Admin1
08/12/2019
in Sejarah
0

Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo mengatakan situs bencana Gua Ek Lentie di Desa Pasie Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar membuktikan bahwa gempa dan tsunami merupakan peristiwa yang terjadi berulang kali.

“Saya ingin mengatakan bahwa bencana tsunami yang diawali dengan gempa itu adalah peristiwa yang berulang,” katanya di Aceh Besar, Sabtu, 7 Desember 2019.

“Khusus di Aceh beberapa bulan lalu saya diajak peneliti Unsyiah mengunjungi Gua Ek Leuntie. Di gua itu terdapat sedimen-sedimen lapisan dari material yang mayoritas adalah pasir yang berupa endapan,” katanya.

Lebih lanjut, kata Doni, setelah diteliti oleh beberapa ahli baik dari dalam dan luar negeri bahwa ternyata di Gua Ek Leuntie itu tidak hanya terdapat satu lapisan, tetapi ada sekitar 14 lapisan yang masing-masingnya memiliki umur berbeda-beda.

Lapisan itu menjadi bukti Aceh pernah dilanda tsunami, mulai usia tertua pada 7.400 tahun lalu, kemudian terus berlanjut pada 5.400 tahun lalu, kemudian pada 3.300 tahun lalu hingga pernah terjadi pada 2.800 tahun lalu.

“Artinya di Aceh pernah terjadi gempa dan tsunami seperti yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu, yang menimbulkan korban jiwa lebih 170 ribu orang di Aceh dan ditambah puluhan ribu di beberapa negara. Artinya tsunami 2004 bukan yang pertama, tetapi sudah pernah berulang terjadi,” katanya.

Oleh karena itu kata Doni harus disadari bahwa periodisasi bencana tersebut sulit diketahui oleh teknologi apapun. Tetapi dampak dari gempa dapat diambil kesimpulan potensi terjadi tsunami baik dengan teknologi maupun menilai besaran kekuatan gempa.

“Apabila ini sudah paham dan masyarakat sudah memahami budaya sadar bencana maka otomatis memiliki sebuah kapasitas untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan melakukan berbagai upaya mitigasi,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan Doni usai mengunjungi Gua Ek Lentie, dalam rangkaian lawatannya ke Aceh untuk meluncurkan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana) di Pantai Pasie Jantang, Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar.

Menurut dia, gempa dan tsunami merupakan peristiwa yang berulang itu berdasarkan bukti-bukti sejarah masa lalu, baik yang terjadi maupun tercatat di lembaran negara serta hasil-hasil penelitian yang dikumpulkan BNPB dan sejumlah ahli.

Ia menyebutkan gempa dan tsunami tersebut tidak hanya pernah melanda wilayah Aceh, tetapi juga pernah terjadi di wilayah Indonesia lainnya. Terutama di wilayah barat pulau Sumatera, kemudian bagian Selatan pulau Jawa serta hampir sebagian besar wilayah Timur Indonesia.

Sumber: tempo.co

Tags: acehgua ek lentietsunami
Previous Post

Muhammad Masuk Daftar 10 Nama Bayi Terpopuler di Amerika Serikat

Next Post

Abrasi DAS Kluet, DPRK Ajak Pemkab Aceh Selatan Duduk Bersama

Next Post

Abrasi DAS Kluet, DPRK Ajak Pemkab Aceh Selatan Duduk Bersama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Meneguhkan Semangat Pancasila, Kementerian Kehutanan Aceh Gelar Upacara Bersama di BPKH Wilayah XVIII Aceh

Meneguhkan Semangat Pancasila, Kementerian Kehutanan Aceh Gelar Upacara Bersama di BPKH Wilayah XVIII Aceh

05/11/2026
Pelepasan Haru dan Bangga, Pimpinan Dayah Ruhul Qur’ani Antar Santri Berangkat Kuliah ke Mesir

Pelepasan Haru dan Bangga, Pimpinan Dayah Ruhul Qur’ani Antar Santri Berangkat Kuliah ke Mesir

05/11/2026
MIN 11 Banda Aceh Resmi Luncurkan Aplikasi “ADJAR SMART”

MIN 11 Banda Aceh Resmi Luncurkan Aplikasi “ADJAR SMART”

05/11/2026
Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 36

05/11/2026
TNI Membabi Buta Tembak Warga Pada Perayaan Maulid Di Pidie

TNI Membabi Buta Tembak Warga Pada Perayaan Maulid Di Pidie

05/11/2026

Terpopuler

Bupati Anak Tukang Jahit Ini Berani Minta Dua Hal ke Menteri Didepan Ratusan Nelayan

Bupati Anak Tukang Jahit Ini Berani Minta Dua Hal ke Menteri Didepan Ratusan Nelayan

04/11/2026

Warga di Tiro Ditembak, Azhari Cage: Panglima TNI Wajib Menindak Pelaku yang Terlibat

Gua Ek Lentie Simpan Bukti Tsunami Aceh Tertua 7.400 Tahun Lalu

Abdya Jadi Contoh: Kampung Nelayan Merah Putih Lhok Pawoh Disorot Mentri

Sekretaris JASA Pidie Jaya Kecam Penembakan Warga Sipil di Tiro, Desak Pengusutan Tuntas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com