Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Ini Tawaran PDI-P Soal Curhat Walikota Banda Aceh Terkait Perluasan Wilayah

Admin1 by Admin1
11/12/2019
in Nanggroe
0

JANTHO- Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Aceh Besar mendukung wacana untuk menggabungkan Kota Banda Aceh dengan Aceh Besar. Tujuannya, agar lebih layak sebagai sebuah ibu kota Provinsi Aceh.

Menurutnya Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, ada dua pilihan untuk meningkatkan pelayanan pemerintahan umum kepada masyarakat.

Pertama pemekaran wilayah dan kedua penggabungan wilayah, seperti diberitakan Serambi Indonesia 7 Desember 2019 lalu.

Zulkifli AK, Ketua DPC PDI-P Aceh Besar, menyatakan bahwa konsep pembangunan saat ini jangan hanya mengandalkan wilayah administratif, tapi harus berkonsep kawasan yang saling bersinergi dengan tata ruang.

“Secara kawasan, Aceh Besar dan Banda Aceh dipadukan dengan satu batas kawasan Daerah Aliran Sungai Krueng Aceh, Satu wilayah sosial dalam Aceh Rayeuk. Perlu sebuah Badan Otoritas yang dibentuk oleh Pemerintah Aceh dan didukung oleh Pemerintah Pusat terkait dengan pengembangan kawasan Ibu kota Aceh, Aceh Besar dan Sabang. Badan Otoritas tersebut sudah sangat mendesak untuk dibentuk, karena isu pemekaran dan perluasan wilayah semakin menguat di akar rumput.”

Untuk itu, Aceh Besar dan Banda Aceh dinilai sudah sangat perlu untuk dikembangkan dengan menggunakan konsep pengembangan berbasis kawasan, mengingat padatnya aktivitas pemerintahan, perdagangan dan pendidikan dan ekonomi.

“Bukan mengedepan pembangunan secara wilayah administratif, karena kita dalam satu wilayah kesatuan Republik Indonesia. Tolak pemekaran, bentuk badan kerja sama antar daerah,” kata Zulkifli.

Mengenai pemekaran wilayah, PDI-P Aceh Besar mengaku mendukung program moratorium pemekaran daerah yang sudah dijalankan oleh Pemerintah Pusat dengan menolak perluasan wilayah Kota Banda Aceh dan Pemekaran Kabupaten Aceh Besar.

“Hal ini juga sesuai dengan salah satu visi misi Presiden Jokowi yaitu mengembangkan kerja sama antar-daerah otonom dalam peningkatan pelayanan publik dan membangun sentra-sentra ekonomi baru untuk menggerakkan perekonomian dan peningkatan pelayanan publik kita perlu menpelopori daerah otonom untuk saling bekerja sama. Sinergi antar-daerah akan bisa mengatasi masalah-masalah bersama sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah masing-masing , sehingga kawasan agropolitan, metropolitan dan minapolitan serta pulau-pulau kecil dan terluar bersinergisasi dan terintegrasi dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Zulkifli, yang juga alumni Magister Lingkungan IPB University.

PDI-P Aceh Besar meminta pada para pemerintah daerah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar untuk dapat bekerjasama dan bersinergi dalam mengelola daerah. Potensi dan kerjasama yang sudah ada seperti Basajan harus semakin diperkuat.

“Banda Aceh sebagai Ibukota dan Aceh Besar sebagai kawasan penyangga dan Kota Sabang dengan potensinya, harus dapat memainkan peran dan fungsinya dengan baik,” kata wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh. []

Laporan Hendri

Previous Post

Falevi Kirani: Kami Pastikan DPRA akan Mencoret Usulan Anggaran Beli Pesawat

Next Post

Forum LSM: Kami Dukung Pembelian Pesawat, Jika..

Next Post

Forum LSM: Kami Dukung Pembelian Pesawat, Jika..

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sosialisasi MKM FK USK  Digelar di Subulussalam, Sekda Asrul Asan  Soroti Lemahnya Manajemen RSUD

Sosialisasi MKM FK USK Digelar di Subulussalam, Sekda Asrul Asan Soroti Lemahnya Manajemen RSUD

06/05/2026
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

06/05/2026
Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026
Resmi Dibuka, Turnamen Mini Soccer HIMMAPARI CUP 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Pemuda Pante Bidari

Resmi Dibuka, Turnamen Mini Soccer HIMMAPARI CUP 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Pemuda Pante Bidari

06/05/2026
Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Peukan Bada

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah di Peukan Bada

06/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

02/05/2026

Pesantren Al Zahrah Gelar Kompetisi Bidang Olahraga dan Seni Tingkat SMP Sederajat, Catat Waktunya!

SMAN 2 Timang Gajah Gelar Tradisi Berpeumunge atau Malunakni Ku Ureng Tue

Ini Tawaran PDI-P Soal Curhat Walikota Banda Aceh Terkait Perluasan Wilayah

Polres Pidie Jaya Bongkar 4 Kasus Narkoba dalam Operasi Antik 2026, 7 Tersangka Diamankan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com