Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Mawardi Bupati Sihiton

redaksi by redaksi
14/12/2019
in Saleuem
0
Warga di Daerah Kelahiran Mawardi Ali Sepakat Jika Digabungkan ke Banda Aceh

Mawardi Ali, bupati Aceh Besar

Ada yang menarik dengan isu perluasan Banda Aceh sebagai ibukota Pemerintah Aceh selama dua pekan terakhir.

Saat Mawardi Ali selaku bupati Aceh Besar menolak gagasan tersebut dan mengatakan bahwa wacana tadi sebagai syahwat penguasa Banda Aceh, tiba-tiba sejumlah warga dari daerah pesisir justru malah menyatakan siap bergabung dengan Banda Aceh.

Ini tentu tamparan keras ke wajah Mawardi Ali. Ia tak hanya dipermalukan selaku bupati Aceh Besar, tapi juga ‘ditalak’ sebagai bagian dari pesisir Aceh Besar. Mawardi dinilai lupa dengan daerah kelahirannya sendiri.

“Memang pesisir Aceh Besar lebih baik gabung dengan Banda Aceh saja. Walaupun daerah Darussalam dan Baitussalam itu merupakan daerah kelahiran Mawardi Ali, bupati Aceh Besar. Namun kurang terperhatikan. Mungkin lebih baik gabung dengan Banda Aceh,” kata Muhammad, tokoh muda di pesisir Aceh Besar, kepada atjehwatch.com, Jumat 13 Desember 2019.

Saat pilkada 2017 lalu, Mawardi menarik perhatian warga pesisir dengan sentiment kedaerahan. Dari panggung ke panggung, Mawardi mengaku sedih dengan keadaan pesisir Aceh Besar, terutama Mesjid Raya hingga Darussalam, yang dinilai luput dari perhatian bupati Aceh Besar sebelumnya.

Mawardi menjual sejumlah janji manis untuk warga pesisir jika dirinya terpilih. Bahasa Mawardi saat itu, “Sudah saatnya anak pesisir memimpin Aceh Besar.”

Namun usai terpilih, Mawardi justru dinilai lupa dengan janjinya tersebut. Tak ada terobosan berarti dari Mawardi Ali selama dua tahun lebih kepemimpinannya untuk daerah pesisir. Ia hanya menjadi bupati ‘Sihiton’ atau Sibreh hingga Jantho.

“Untuk adminitrasi juga begitu. Kantor pelayanan satu pintu di Lambaro Angan sangat lelet. Kinerja mereka buruk. Satu surat saja berhari-hari. Untuk ke Jantho, sangat jauh. Jadi kami sepakat jika bergabung ke Banda Aceh. Biar Mawardi urus Sibreh ke Jantho saja,” kata warga pesisir lagi.

Inilah bentuk ‘talak’ pesisir terhadap Mawardi Ali.

Sebagai warga kelahiran pesisir, Mawardi Ali harusnya peka terhadap kebutuhan masyarakat di daerah kelahirannya tersebut. Namun yang terjadi justu sebaliknya. Maka wajar jika unek-unek tadi muncul ke public.

Tak hanya pesisir, sentuhan Mawardi untuk Pulo Aceh sebenarnya juga dibutuhkan. Dalam beberapa kasus terakhir, warga yang sakit dan kecelakaan di Pulo Aceh justru harus dirujuk ke Banda Aceh dengan menaiki boat penumpang dalam keadaan yang memperihatinkan.

Mawardi harusnya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di Pulo Aceh sehingga setiap ada pasien dapat ditangani lebih baik di sana. Demikian juga jika ada yang sakit dan kecelakaan. Akan sangat berbahaya bagi pasien jika dirujuk ke Banda Aceh dengan kapal penumpang seperti selama ini.

Namun lagi-lagi, perhatian Mawardi masih untuk ‘Sihiton.’ Ia lupa dengan pesisir dan Pulo Aceh. Semoga tak terlambat bagi Mawardi untuk berubah. Pesisir tak berharap cinta penuh, tapi minimal pesisir juga merasakan memiliki seorang bupati, yang konon bertahun-tahun pernah buang hajat disana. []

 

 

 

Tags: aceh besarbupati sihitonmawardi ali
Previous Post

TBM RUMAN Aceh Dukung Modernisasi Pustaka SMKN 1 Singkil Utara

Next Post

Teungku Malik Mahmud: Setiap Satu Suara Adalah Amanah

Next Post
Teungku Malik Mahmud: Setiap Satu Suara Adalah Amanah

Teungku Malik Mahmud: Setiap Satu Suara Adalah Amanah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

03/11/2026
Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

03/11/2026
Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

03/11/2026
Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

03/11/2026
Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

03/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Sukandi Salah Minum Obat : Abas Jadi Corong Ala, Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Pengurus Nya

Mawardi Bupati Sihiton

Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com