Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Pasutri 10 Tahun Menipu hingga Miliaran, Hasilnya Disumbangkan ke Anak Yatim

Admin1 by Admin1
17/12/2019
in Nasional
0

MALANG – Sepasang suami istri asal Magelang diringkus Polresta Malang Kota lantaran melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Namun, hingga saat ini polisi baru mengungkap tiga kasus yang kerugiannya mencapai Rp680 juta.

Kedua pelaku yakni Agus dan Aldila diringkus, setelah ada tiga korbannya yang melaporkan keduanya ke kepolisian. Saat diselidiki kepolisian penipuan dan penggelapan ini mengarah ke keduanya. Dan hasil penipuan tersebut sebagian disumbangkan ke anak yatim.

Kepada media, pelaku Agus mengaku telah melakukan aksi liciknya selama 10 tahun di berbagai kota di Indonesia. “Sudah melakukan ini lama, sekitar 10 tahunan-lah. (melakukan penipuannya) Di Jakarta, Kalimantan Timur juga,” kata Agus di Mapolres Malang Kota, Selasa (17/12/2019).

Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata mengungkapkan bersama kedua pelaku lainnya yang masih buron, komplotan ini berbagi peran dalam mempengaruhi korbannya.

“Dua pelaku yang masih buron menyamar sebagai orang asing asal Malaysia dan pegawai bank. Sedangkan pelaku yang kita amankan ini tugasnya mencari korban,” ungkap AKBP Leonardus Simarmata.

Kedua pelaku tersebut mencari target korbannya menaiki mobil rental dan menyasar sejumlah bank di kawasan Kota Malang. “Kalau sudah menemukan korban, mereka mengajak korban menaiki mobil dan berkeliling kota bersama dua rekan yang masih buron. Kedua rekan yang masih buron ini berperan sebagai pegawai bank dan orang asing yang merupakan rekan lama pelaku,” kata Leonardus Simarmata.

Setelah berusaha membujuk korbannya dan terpengaruh, para komplotan ini kemudian mengantar korbannya menuju ATM untuk mengambil uang dan ditukarkannya dengan mata uang asing Lira asal Turki dan Real Brasil.

“Pelaku ini membujuk korban agar mau menukar uang rupiah dengan mata uang asing dan berinvestasi. Padahal uang asing yang ditukarkan ke korbannya kedaluarsa, artinya sudah tidak bisa dipakai lagi,” tuturnya.

Menurut pengakuan pelaku, mata uang asing asal Turki dan Brasil ini dibeli dari seorang temannya di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat seharga Rp2 juta satu bendel.

“Ini kali ketiga pelaku beraksi di Malang. Total kerugiannya mencapai kisaran Rp680 jutaan. Dengan rincian korban pertama menderita Rp11 juta, kedua Rp500 juta, dan korban ketiga menderita kerugian Rp175 juta,” tutur Leo.

Menariknya hasil penipuan ini selain dibelanjakan sejumlah perangkat elektronik, oleh pelaku juga disumbangkan ke sejumlah masjid, panti asuhan, dan orang miskin yang membutuhkan.

“Buat beli peralatan elektronik. Tapi saya kasihkan ke masjid, anak yatim, dan kaum miskin dhuafa, karena uang seperti ini tidak pernah berkah,” papar pelaku Agus.

Dari pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti berupa perangkat elektronik hasil penipuan berupa televisi, keyboard, perangkat DJ, id card palsu berbagai bank, buku tabungan, dan mata uang asing yang telah kadaluarsa.

Kini akibat perbuatannya sepasang suami istri ini dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kini pihak kepolisian sendiri masih melakukan pengejaran terhadap dua orang rekan pelaku yang masih buron. “Dua rekannya berinisial AA dan A masuk DPO. Kalau korbannya tidak menutup kemungkinan lebih dari tiga makanya kami minta masyarakat yang merasa pernah tertipu untuk melapor ke kami,” pungkasnya.

Sumber: okezone.com

Tags: menipu
Previous Post

Myanmar Tahan Kapal yang Bawa 173 Muslim Rohingya

Next Post

Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp13.999/USD

Next Post

Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp13.999/USD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemilik Pergi Haji, Satu Rumah di Lam Bateung Baitussalam Hangus Terbakar

Pemilik Pergi Haji, Satu Rumah di Lam Bateung Baitussalam Hangus Terbakar

18/06/2026
Peneliti UTU Hidupkan Asa Kopi Liberika di Pesisir Barat Aceh

Peneliti UTU Hidupkan Asa Kopi Liberika di Pesisir Barat Aceh

18/06/2026
Bupati Aceh Besar Minta Seluruh OPD Terus Berinovasi

Bupati Aceh Besar Minta Seluruh OPD Terus Berinovasi

18/06/2026
Prodi MPBEN USK Angkat Isu Teknologi, Linguistik dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris

Prodi MPBEN USK Angkat Isu Teknologi, Linguistik dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris

18/06/2026
Pemkab Aceh Selatan Salurkan Bantuan Masa Panik Kebakaran Pesantren

Pemkab Aceh Selatan Salurkan Bantuan Masa Panik Kebakaran Pesantren

18/06/2026

Terpopuler

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

17/06/2026

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com