Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aminullah: UMKM di Banda Aceh Bangkit

Admin1 by Admin1
18/02/2020
in Ekonomi
0

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengungkapkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Banda Aceh mengalami kebangkitan, baik dari sisi jumlah maupun dari sisi kualitas.

Hal ini disampaikan Aminullah, Minggu (16/2/2020) usai meninjau lapak UMKM di sepanjang area Car Free Day (CFD) di Jl Tgk Daud Beureueh.

Mantan Dirut Bank Aceh ini mengatakan pertumbuhan UMKM di ibukota Provinsi tidak terlepas dari komitmen tinggi Pemko Banda Aceh yang diterjemahkan dalam berbagai program.

Ia pun menceritakan ide membangun Lembaga Keuangan Mikro Syariah, PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS). Katanya, salah-satu tujuan mendirikan MMS adalah untuk membantu masyarakat kecil mendapatkan modal mengembangkan usahanya, dan termasuk UMKM.

Wali Kota mengungkapkan data pertumbuhan usaha mikro tersebut. Katanya, pada tahun 2017 jumlah UMKM di Banda Aceh hanya 9.591, tahun 2018 naik 10.944 dan semakin meningkat pada tahun 2019 menjadi 12.012 UMKM.

Kondisi ini kemudian berdampak pada menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan.

“Ini dampaknya, dengan semakin banyaknya tumbuh UMKM maka semakin banyak terbuka lapangan kerja baru. Dampak positifnya angka pengangguran dan kemiskinan menurun. Tahun 2017 angka kemiskinan 7,44 % turun menjadi 7,22 tahun 2019. Sementara angka pengangguran turun dari 7,75 pada 2017 turun menjadi 7,29 pada 2018 lalu,” ungkapnya.

Selain diberikan kemudahan modal usaha, Pemko juga melahirkan program-program lainnya agar sektor usaha kecil seperti UMKM bisa bangkit dan mengalami kemajuan, salah-satunya dengan memperbanyak event di Banda Aceh, baik skala lokal, nasional bahkan internasional.

Kata Wali Kota, event-event tersebut memberi kesempatan bagi usaha-usaha kecil meningkatkan penjualan produk mereka.

“Dengan banyaknya event, kunjungan wisata semakin meningkat. Tahun 2019 lalu wisatawan yang datang sudah mencapai 503.992, meningkat signifikan dari tahun 2017 yang hanya 288 ribu. Ini menjadi kesempatan bagi UMKM kita,” ungkap Aminullah.

Selain itu, Pemko Banda Aceh juga memperbanyak ruang publik untuk membuka kesempatan bagi para pedagang dan UMKM, seperti di Blang Padang, Ulee Lheue, area CFD dan pasar-pasar dalam wilayah kota.

Lanjutnya, kebangkitan dan pertumbuhan UMKM juga ditandai dengan pertumbuhan ekonomi. Tercatat pada tahun 2017 ekonomi hanya tumbuh 3,13 %, dan saat ini naik menjadi 4,86 %.

Income percapita penduduk Banda Aceh juga menjadi salah-satu indikator pertumbuhan ekonomi Kota Gemilang.

“Pada tahun 2017, income per capita masyarakat Banda Aceh adalah Rp 64,1 juta dan saat ini sudah naik hingga Rp 66,2 juta. Income per capita kita bahkan berada diatas rata-rata nasional yang hanya Rp 56 juta,” tambah Aminullah.

Begitu juga dengan Indeks Prestasi Manusia (IPM) yang berada di peringkat tiga nasional dengan angka 84,37.

Pertumbuhan positif ini tidak datang dengan serta merta. Kata Wali Kota, butuh kerja keras dan kerjasama semua pihak, bukan hanya pemerintah tapi juga partisipasi masyarakat. Untuk itu, Aminullah mengajak seluruh elemen agar pertumbuhan positif ini dapat dipertahankan sehingga akan berdampak pada semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat kota.[]

Tags: banda aceh
Previous Post

Kabid Penaiszawa: Penyuluh Menjadi Obor dan Teladan bagi Masyarakat

Next Post

DPR Aceh Pertanyakan Perbedaan Perlakuan Antara Thailand-Indonesia Soal Nelayan

Next Post
Tiga Nelayan Aceh yang Menghilang di Laut Diduga Kini Berada di Penjara India

DPR Aceh Pertanyakan Perbedaan Perlakuan Antara Thailand-Indonesia Soal Nelayan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tuanku Muhammad Minta DLHK3 Lebih Disiplin Dalam Menjaga Jadwal Pengangkutan Sampah

Tuanku Muhammad Minta DLHK3 Lebih Disiplin Dalam Menjaga Jadwal Pengangkutan Sampah

12/02/2026
Dosen FKIP Unimal Sosialisasikan Jalur SNBP di MAS Syamsudduha Aceh Utara

Dosen FKIP Unimal Sosialisasikan Jalur SNBP di MAS Syamsudduha Aceh Utara

12/02/2026
Irsan Gading Kirim 8 Truk Sembako untuk Bantu Korban Bencana Aceh

Irsan Gading Kirim 8 Truk Sembako untuk Bantu Korban Bencana Aceh

12/02/2026
Krak, Mualem Bakal Hapuskan Sistem Barcode untuk BBM Subdisi di SPBU Aceh

Satu Tahun Mualem-Dek Fadh: Pendidikan Dayah Makin Konkret

12/02/2026
Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Harga Rp140 Ribu/Kg

Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Daging Meugang, Harga Rp140 Ribu/Kg

12/02/2026

Terpopuler

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

Wabup Pijay Mundur dari Satgas Bencana Alam, Ada Apa?

11/02/2026

Pengurus KONI Abdya Dilantik, Zulkarnaini Sebagai Ketua Umum

Dana Desa Dipangkas, HBDC Ingatkan Warisan Kebijakan Era Mantan Kombatan GAM

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas Akibat Hujan

Isu Nikah Pejabat Aceh Mengemuka, Muadi Buloh: Jangan Alihkan Fokus dari Akuntabilitas Publik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com