Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Wasiet (93)

Admin1 by Admin1
05/05/2020
in Cerbung
0
Wasiet (65)

IBNU sempat terluntang-luntang di jalan selama dua hari. Beruntung, ia kemudian ditemukan oleh seorang guru dayah, kenalan Sakdiah dan Teungku Fiah semasa hidup.

Kenalan tersebut adalah Hanafi. Namanya hampir sama seperti almarhum ayah Ibnu. Hanafi adalah salah seorang mantan santri di dayah Matang, pimpinan Waled, yang pernah menjadi lokasi berteduh bagi Sakdiah dan Teungku Fiah semasa hidup.

Hanafi kini mengajar di salah satu dayah modern di Bireuen. Dayah tersebut juga menampung sejumlah yatim piatu korban konflik.

Ibnu kemudian dibawa pulang ke rumah Hanafi dan Ia menceritakan semua kejadian yang menimpanya.

Mulai dari tragedi meninggalnya Sakdiah, kecelakaan yang menimpa Buyung dan Rukaiyah, keluarga angkatnya, hingga cemoohan orang-orang di sekitar rumah keluarga angkatnya soal posisi dirinya yang dianggap pembawa sial.

Keadaan inilah yang membuat Ibnu memutuskan pergi dari rumah duka keluarga angkatnya.

Cerita Ibnu ternyata menyentuh hati Hanafi. Ia kemudian memboyong Ibnu ke dayah tempatnya mengabdi selama ini.

“Di dayah ini, kau bisa sekolah dan belajar agama dengan baik. Tak perlu risau soal biaya makan dan tempat tidur. Semua ditanggung oleh dayah, termasuk baju dan fasilitas lainnya,” ujar Hanafi.

Harapan Ibnu untuk kembali bersekolah kembali tumbuh. Ia sangat senang dengan penjelasan Hanafi.

“Di sini kau akan bertemu dengan anak-anak yang mengalami nasib sama sepertimu. Jadi tak perlu minder atau putus asa,” ujar Hanafi.

Hanafi juga yang mengurus surat pindah sekolah Ibnu dari sebelumnya di kota Bireuen ke Matang.

Ia yang mengambil baju dan berkas-berkas lainnya dari rumah angkat di Bireuen serta meminta izin dari keluarga besar almarhum Buyung yang datang dari Sumatera Barat, beberapa hari pasca kecelakaan.

Berdasarkan keterangan Teungku Hanafi, keluarga almarhum Buyung, akan membawa pulang Dara ke Sumatera Barat. Dara akan tinggal bersama neneknya di sana. Sedangkan seluruh asset yang dimiliki oleh Buyung akan dijual dan hasilnya akan dikirim untuk biaya sekolah Dara dan Ibnu hingga selesai SMA.

Almarhum Buyung, semasa hidup, ternyata telah pernah menjelaskan keberadaan Ibnu sebagai anak angkatnya kepada keluarga di Padang.

Namun karena Ibnu memilih meninggalkan rumah pasca kecelakaan, membuat keluarga besar Buyung, tak bertemu dengannya. Mereka lebih memilih menjaga cucu yang memiliki tali darah.

[Bersambung]

Tags: wasiet
Previous Post

Operasi Ketupat Tahun Ini Tambah Tugas Kawal Covid-19

Next Post

Ikan Tongkol Sumbang Deflasi bagi Aceh di April

Next Post

Ikan Tongkol Sumbang Deflasi bagi Aceh di April

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketua DPRK Buka Turnamen Futsal AFK Cup

Ketua DPRK Buka Turnamen Futsal AFK Cup

08/05/2026
Lapas Kota Bakti Deklarasi “Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan”, Pegawai Diancam Sanksi Pidana

Lapas Kota Bakti Deklarasi “Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan”, Pegawai Diancam Sanksi Pidana

08/05/2026
Ditbinmas Polda Aceh Laksanakan Sinergisitas 3 Pilar di FDK UIN Ar-Raniry

Ditbinmas Polda Aceh Laksanakan Sinergisitas 3 Pilar di FDK UIN Ar-Raniry

08/05/2026
UIN Ar-Raniry Perkuat Kompetensi 87 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Aceh Utara

UIN Ar-Raniry Perkuat Kompetensi 87 Pengelola Perpustakaan Sekolah di Aceh Utara

08/05/2026
Cabang Lomba Baca Puisi FLS3N, Siswi SMAN 2 Sinabang Lolos ke Provinsi

Cabang Lomba Baca Puisi FLS3N, Siswi SMAN 2 Sinabang Lolos ke Provinsi

08/05/2026

Terpopuler

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

Cara Safar dan Tarmizi ‘Mendidik’ Mualem Pimpin Aceh

08/05/2026

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

DPMG Aceh Tetapkan Peserta Lolos 6 Besar Lomba Teknologi Tepat Guna 2026

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com