Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Guru Besar UIN Ar-Raniry: Tidak ada Wahabi di Aceh

Admin1 by Admin1
21/07/2020
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-raniry Prof. Dr. M. Hasbi Amiruddin, M.A. mengatakan, di Aceh hingga saat ini tidak ada Wahabi. Tuduhan Wahabi ada di Aceh karena memang belum ada kajian yang mendalam tentang Wahabi itu sendiri.

Mari sama-sama kita mempelajari agama Islam yang mengajarkan persaudaraan, cinta damai dan persatuan,” kata Hasbi Amiruddin pada bincang santai (Bisa) seri-5 yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan terorisme (FKPT) Aceh secara virtual, (21/7) di Banda Aceh.

Menurut Hasbi Amiruddin, Islam adalah rahmatan Lillalamin yang terbentuk dari perpecahan yang kemudian dipersatukan kembali oleh Islam.

Hasbi menjelaskan itu terkait penelitian yang sedang dilakukannya mengenai Aswaja dan Wahabi di Aceh yang intinya berselisih pandang masalah Aqidah, bukan persoalan furu’.

“Jika diambil dari pemikiran Asy’ari Ahlussunnah Wal Jamaah (asy’ariyah) yang muncul 873 Masehi, karena tidak sependapat dengan mu’tazilah. Kedua aliran ini berselisih pendapat mengenai akidah, bukan masalah furu’,” jelas Hasbi.

Kata Hasbi, Pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab (Wahabi) lahir 1750-an, menanggapi situasi umat Islam yang sudah suka dengan khurafat.
Karena itu M. Abdul Wahab ingin umat Islam kembali membersihkan aqidahnya, harus menyembah Allah yang Maha Esa, tanpa sekutu (ini juga mengenai aqidah).

“Ide ini sama seperti yang diajarkan ulama kita di Aceh. Ulama Aceh sangat tidak setuju ada umat yg menyekutukan Tuhan,” jelasnya.

Melihat definisi dan gerakan-gerakan dari aliran-aliran ini, kata Hasbi, maka sebenarnya tidak ada Wahabi di Aceh. Kenapa muncul tuduhan ada Wahabi? Ini karena belum ada pengkajian secara medalam terhadap hal ini. Sementara perbedaan selama ini yang menonjol adalah masalah furu’.

“Harus ada pengkajian mendalam tentang aliran-aliran pemikiran dalam Islam. Mari sama sama kita hayati kembali ajaran agama kita yang mengajarkan persaudaraan, kasih sayang dan rahmat bagi semesta alam. Persatuan kita sangat dibutuhkan sekarang di saat banyak orang yang menginginkan umat Islam lemah,” demikian Prof. Hasbi Amiruddin.

Dialog itu juga melibatkan akademisi dan pemikir-pemikir Islam di Aceh antara lain Cendikiawan Muslim Prof. Dr. Drs Yusni Saby, M.A, Penulis Buku Dr. Firdaus m Yunus, M. Hum, M.Si., dan Ketua FKPT Aceh Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. []

Tags: FKPTHasbi AmiruddinKesbangpol Aceh
Previous Post

37 Peserta MADA Ikut Ujian Baca Kitab Turats

Next Post

Subulussalam Targetkan Tuan Rumah PORA XV

Next Post

Subulussalam Targetkan Tuan Rumah PORA XV

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wali Nanggroe Serukan Pengusutan Transparan dan Dialog Bermartabat Pascainsiden Tiro

Wali Nanggroe Serukan Pengusutan Transparan dan Dialog Bermartabat Pascainsiden Tiro

06/11/2026
Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

06/11/2026
Hukum Sebagai Bahasa Perdamaian: FH USK dan UiTM Merajut Jejaring Akademik

Hukum Sebagai Bahasa Perdamaian: FH USK dan UiTM Merajut Jejaring Akademik

06/11/2026
LPPM IAIN Takengon Kerja Sama dengan IA Scholar Foundation Yogyakarta, Dorong Publikasi Internasional Bereputasi

LPPM IAIN Takengon Kerja Sama dengan IA Scholar Foundation Yogyakarta, Dorong Publikasi Internasional Bereputasi

06/11/2026
24 Siswa SMA Unggul Cut Nyak Dien Langsa Studi Tour ke Malaysia

24 Siswa SMA Unggul Cut Nyak Dien Langsa Studi Tour ke Malaysia

06/11/2026

Terpopuler

Guru Besar UIN Ar-Raniry: Tidak ada Wahabi di Aceh

21/07/2020

Sarjani Minta Insiden Berdarah di Pulo Keunari Pidie Diusut Tuntas dan Transparan

Siswi MAN 3 Aceh Besar Raih Juara III AI Prompt Manifest 2026, Bersaing dengan Mahasiswa

Nyan, Pemkab Pidie Jaya Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com