BLANGKEJEREN – Setelah sempat mati suri beberapa tahun, isu perjuangan pemekaran Provinsi Aceh Lauser Antara (ALA) kembali disuarakan oleh tokoh masyarakat setempat.
Isu tersebut kembali mencuat telah Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru mengundang empat Bupati dan empat pimpinan DPRK dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah “Negeri Serumpun” di Offroom Sekdakab Gayo Lues, Jumat (18/9/2020).
Antara lain Bupati Aceh Tenggara (Berhalangan hadir), Bupati Aceh Tengah diwakili oleh Asisten II, H. Harun Manzola, SE, MM beserta Anggota DPRK Aceh Tengah Zihar Firdaus, ST dan Abadi Ayus. Dari Bener Meriah dihadiri Sekretaris Daerah, Drs. Haili Yoga, MSi. Turut hadir Wakil Ketua DPRK Gayo Lues, Ibnu Hasyim, Asisten III Gayo Lues, Bambang, penyusun buku pintar Iwan Gayo, dan Mantan Sekda Gayo Lues, Drs Ramli S.
Dalam siaran persnya, Bupati Gayo Lues melalui Kabag Humas, Drs. Buniyamin S mengatakan, dalam pertemuan tersebut disepakati empat poin kesimpulan.
Pertama, perjuangan pemekaran Provinsi ALA harus digelorakan kembali. Dalam kesempatan tersebut Bupati Gayo Lues akan menyambangi tiga kabupaten yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut masing-masing, Bupati Aceh Tenggara, Bupati Singkil, dan Bupati Subulussalam.
“Untuk melakukan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat dengan tuan rumah Kabupaten Aceh Tengah, dan segera membentuk panitia kecil,” kata Bupati Amru.
Kabag Humas menjelaskan, untuk kesepakatan kedua, isu tentang pemojokan suku Gayo dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dapat dijadikan pelajaran dan dianggap sudah selesai, serta diharapkan tidak terulang kembali.
“Diminta kepada oknum-oknum yang memecah belah persatuan masyarakat Aceh secara keseluruhan diminta untuk berhenti membuat isu rasisme,” katanya.
Buniyamin melanjutkan, untuk poin ketiga, disepakati menyangkut masalah cek 400 kg emas milik Lebe Ali yang dipinjam Soekarno – Hatta agar dicek kembali kebenarannya dan mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk menelusuri kebenarannya.
“Poin terkahir, diharapkan kepada semua pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan semua elemen untuk menyatukan barisan, menghilangkan perbedaan dalam rangka mewujudkan kesepakatan di atas,” tandasnya.
Reporter: Hamsani










