Wajahnya tiba-tiba basah. Isak tangis pecah tatkala melihat sejumlah pemuda mendatangi rumahnya dengan bantuan. Ia adalah Ummi Warni Husin, 55 tahun, warga Desa Tiba Raya, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.
Ummi Warni, demikian ia akrab disapa, adalah janda yang memiliki 6 anak. Suaminya telah meninggal. Dua anak laki-laki dan satu anak perempuan tergolong masih kecil.
Ummi Warni bekerja sebagai buruh jasa pembuat emping melinjo yang dibayar oleh tetangganya.
Keadaan yang tak menentu plus pandemi Corona membuat hidupnya terasa kian sulit. Maka ia terharu saat ada orang yang membantu.
Dengan adanya bantuan seperti sekarang, maka hidupnya dan anak-anak akan terasa ringan untuk beberapa waktu.
“Saya terpaksa mengerjakan pekerjaan ini untuk menafkahi orang anak yatim karena belum ada pekerjaan lain untuk menutupi kebutuhan sehari-hari,” katanya berlinang air mata.
Ia pun bercerita bagaimana kesusahan yang dialaminya selama ini. Ia juga mengaku senang masih ada yang memperhatikan nasibnya.
Ummi Warni mengucap syukur dan mengucapkan terimakasih kepada Partai Aceh dan Relawan Muda Partai Aceh (RMPA) yang telah datang untuk membantunya.
Turut didampingi Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, S.Pd.I, M.A.P, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pidie Bahtiar Abdullah (Madon), anggota Fraksi Partai Aceh (PA) Elidawati, S.Sos dan Ibrahim CiA, dan Sekjen MUNA Tgk. Amri Aiyub.
Kegiatan sosial RMPA yang dilaksanakan bakda Jumat merupakan agenda rutin jumat berkah yang dilakukan secara acak pada titik yang menjadi prioritas yang patut dikunjungi.
“Alhamdulillah sejauh ini kami terus bergerak dan akan melakukan kunjungan seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pidie yaitu sebanyak 23 Kecamatan yang separuhnya lagi belum kami kunjungi,” ujar salah satu pengurus RMPA, Mirza Manah, A.Md. (30 tahun).
Hal senada juga diapresiasi oleh ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, yang sudah tiga kali mendapatkan kepercayaan menjadi anggota dewan mewakili Partai Aceh yang mana saat ini menjabat sebagai Ketua DPRK Pidie.
Katanya, hal ini juga jadi program rutinitas di akukannya selama ini sebagai wujud pengabdian dan kontribusi kepada masyarakat luas.
“Semoga program seperti ini bisa dilakukan oleh berbagai elemen mana saja untuk pidie yang lebih baik.”
Ketua KPA Pidie Bahtiar Abdullah Madon memberikan apresiasi yang tertinggi kepada anak muda generasi Aceh yang masih mau memikirkan program_program sosial keummatan seperti ini.
“Kami akan mendukung dan membinanya agar program seperti ini menjadi barometer di seluruh penjuru ban sigom Aceh,” katanya.
Sekjen MUNA Pidie Tgk. Amri Aiyub mengatakan program mulia seperti ini perlu dilakukan secara berlanjut.
“Apalagi saat hari jum’at hari penuh keberkahan. kegiatan seperti ini mulia dan bermanfaat di dunia juga akhirat kelak,” kata dia.









