Kisah pilu menimpa keluarga Rangga, 9 tahun, warga Gampong Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, kabupaten Aceh Timur. Dirinya menjadi korban penusukan setelah melawan bejatnya perlakukan S, 39 tahun, kepada sang ibunda tercinta berinisial DN.
Kejadian yang membuat hati yang tenang dengan suasana baru kehadiran sang pahlawan sang ibu harus menghembuskan nafas terakhir di tanggan S yang diduga pelaku kejahatan.
Menurut keterangan dari Khaidir (40) keluarga dari sang pahlawan yang baru bersekolah kelas 3 SD ini mengatakan bahwa keponakannya ini merupakan seorang pelajar yang agamis. Dimana dirinya gemar mempelajari ilmu agama Islam baik dengan mengaji di rumah hingga ke TPA berdekatan dengan rumahnya.
“Keponakan saya ini sebelum kejadian itu, dia mengaji di rumah ditemani mamaknya. Dia juga mengaji di TPA Gampong, dia anak yang pintar,” ujar Khaidir kepada jurnalis Atjehwacth.com pada Selasa 13 Oktober 2020.
“Bagi kami Rangga adalah pahlawan untuk ibunya yang gugur saat membela sang ibunda saat hendak di perkosa oleh pelaku yang diduga S.”
Berdasarkan keterangan dari warga sekitar, keluarga korban baru saja menempati tempat tinggalnya di gampong tersebut, yang mana sebelumnya ia tinggal bersama abang nya yang berdekatan dengan kantor keuchik setempat.
Keterangan yang di disampaikan oleh Sekdes Gampong Alue Gadeng membenarkan bahwa keluarga korban baru baru ini menempati rumah yang dihuni tersebut.
Rumah milik sang ibunda tercinta dari Rangga yang juga korban perbuatan bejat pelaku terlihat tidak jauh dari pemukiman warga, namun terlihat terpisah karena lokasi yang di tutupihutan dan pepohonan kelapa sawit.
Kehadiran Rangga seperti hasrat yang terpanggil untuk menyelamatkan sang ibu, yang mana sebelumnya ia tinggal bersama keluarganya di tanah Karo dan ia baru dijemput sang ibu 2 pekan yang lalu untuk tinggal di Gampong Alue Gadeng rumah yang di bangun bersama dengan keluarga barunya.
Rumah berkonstruksi kayu tersebut menjadi saksi bisu kepergian sang pahlawan bagi sang Ibu, sepasang sendal, baju yang terlipat rapi dalam rumah serta jelana pendek milik Rangga menjadi kenangan manis atas kepergian sang pahlawan.
Sosok anak yang baik serta pintar juga disebut oleh guru ngaji di TPA Gampong Alue Gadeng, ia mengatakan bahwa sang pahlawan merupakan murid baru di TPA tersebut.
Dirinya menilai bahwa sosok pahlawan tersebut anak yang pintar, ia terlihat ceria bersama dengan teman-teman seusianya tatkala bergaji di TPA Gampong Alue Gadeng.
Tragisnya kepergian sang pahlawan kini tengah di usut tuntas oleh pihak kepolisian, keluarga korban menaruh harapan besar agar kejadian ini tidak terjadi lagi di Gampong Alue Gadeng, kecamatan Birem Bayeun, kabupaten Aceh Timur.
Kemudian untuk pelaku kejahatan yang melakukan perbuatan keji ini, agar dapat di hukum berdasarkan undang-undang yang berlaku.










