Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

BUMG Putroe Padee Produksi Bubuk Kopi ‘Alpad’

Atjeh Watch by Atjeh Watch
01/11/2020
in Lintas Barat Selatan
0
BUMG Putroe Padee Produksi Bubuk Kopi ‘Alpad’

BLANGPIDIE – Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Putroe Padee, Gampong Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya kembangkan usaha produksi bubuk kopi olahan asli gampong setempat, Sabtu (31/10/2020).

Hari Jum’at (30/10) Pemerintah Gampong bersama pengurus BUMG dan Pendamping Desa dan disaksikan oleh Khairuman Camat Kuala Batee, sudah mulai diproduksi sekaligus launching kemasan produk yang diberi nama merk dagang “ALPAD”.

Bahan baku dari pengolahan bubuk kopi tersebut dari biji kopi asli berkualitas asli gampong setempat, dibeli dari masyarakat petani kopi.

“Bahan bakunya berasal dari biji kopi gampong yang ditanami masyarakat, kemudian diolah sebaik mungkin sehingga menjadi bubuk kopi yang memiliki cita rasa berkualitas,“ ucap M. Rasyid, Keuchik Gampong Alue Pade.

Pihak pengelola BUMG sengaja mengambil segmen bisnis dari usaha tersebut, karena dianggap lebih inovatif, berbeda dengan usaha-usaha BUMG lainnya di Abdya.

“Dominan BUMG di Abdya lebih banyak bergerak di bidang usaha jasa, sewa perlengkapan pesta, dan sebagiannya. Sebagian juga ada yang buka depot air minum isi ulang, maka oleh sebab itu pengurus BUMG Putroe Padee menggagas inovasi usaha dengan memproduksi bubuk kopi asli gampong ini,“ ungkap Rasyid.

BUMG Putroe Padee memastikan mampu memproduksi bubuk kopi sebesar 12 kg per hari dengan bahan baku 19 bambu biji kopi mentah. Bubuk kopi yang akan diproduksi sudah dipacking serapi mungkin dalam beberapa kemasan, seperti kemasan isi 500 gram, dan 1.000 gram.

“Harganya murah dan terjangkau tergantung kebutuhan masyarakat, masing-masing kemasan dijual dipasaran mulai dari harga terendah 10.000 rupiah hingga 120.000 ribu per kemasan,” papar Keuchik Rasyid.

Pemerintah Gampong beserta Pengurus BUMG setempat mengaku, sengaja mengelola usaha produksi bubuk kopi tersebut dengan harapan bisa memotivasi kembali masyarakat dalam membudidayakan kembali tanaman kopi asli gampong.

“Selama ini kita hanya tahu kopi luar daerah, padahal nenek kita dulu justru menanam kopi lokal asli yang sudah lama turun temurun dikonsumsi dan disuguhkan kepada tamu, di mana cita rasa dan kualitasnya pun juga tidak kalah mantap dengan kopi daerah lain,” ulas Rasyid.

Sementara itu, Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Kecamatan Kuala Batee, Muhammad Yusuf mengatakan, meskipun di masa pandemi Covid-19 akan terus mendampingi untuk memacu meningkatkan ekonomi gampong.

“Selaku Pendamping Desa (PD), kami akan terus selalu mendampingi gampong dalam hal memacu geliatnya ekonomi gampong, salah satu diantaranya melalui pengembangan BUMG meskipun dalam masa pandemi Covid-19,” kata Yusuf.

Tahun 2020 Pemerintah Gampong Alue Padee tetap menyalurkan penyertaan modal untuk BUMG guna mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dapat sehingga bersinergi degan pemerintah gampong.

“Bahan bakunya asli kopi Abdya dengan jenis kopi Robusta. Jika ada kopi di masyarakat dengan jenis tersebut BUMG Alue Padee siap menampung dengan harga Rp 60 ribu per kilogram, namun tetap dalam kategori premium,” pungkas Muhammad Yusuf.

Reporter: Rusman

Tags: abdyaBUMGkopi
Previous Post

BKPRMI Abdya Salurkan Bantuan untuk Keluarga Mahmudin

Next Post

Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 119, Konfirmasi Baru 11 Orang

Next Post
SAG: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Masih Tetap Lima Orang

Pasien Sembuh Covid-19 Bertambah 119, Konfirmasi Baru 11 Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

Kapolres Abdya Cek SPPG Yayasan Keumala Bhayangkari

20/04/2026
Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

Layanan Poliklinik RSUD Aceh Besar Ditutup Akibat Mogok Dokter

20/04/2026
Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

20/04/2026
Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

Hadiri Konferensi IV Forum KKA, Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pembangunan

20/04/2026
Monitoring TKA SD Tahun 2026, Sekda: TKA Jadi Dasar Evaluasi Kemampuan Siswa

Monitoring TKA SD Tahun 2026, Sekda: TKA Jadi Dasar Evaluasi Kemampuan Siswa

20/04/2026

Terpopuler

BUMG Putroe Padee Produksi Bubuk Kopi ‘Alpad’

BUMG Putroe Padee Produksi Bubuk Kopi ‘Alpad’

01/11/2020

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

Dari Kampus ke Tanah Suci: KNA Satukan Energi Besar Masyarakat Gayo di Banda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com